Siapakah Gerangan Jenglot? (Bagian 1)

Siapakah Gerangan Jenglot? (Bagian 1)

oleh: agus tw

Jenglot, Makhluk Misterius Sang Peminum Darah Manusui, Benarkah?

Beberapa waktu yang lalu di Dam Buntit, Mondokan, Kab Sragen, Jawa Tengah dihibohkan dengan  ditemukan dua sosok mirip Jenglot oleh warga setempat. Dimana Jenglot dikenal  sebagai sosok makhluk mitologi Indonesia yang sudah dikenal secara umum.

Hingga kini keberadaan akan asal usul sosok Jenglot masih menjadi titik kesimpangsiuran.  Pertanyaannya apakah bener benar sosok gaib atau hanya sekedar tipuan belaka? Nah, tahukah Anda semua akan cerita asal usul dan apa siapa tentang sosok jenglot yang sangat fenomenal tersebut?

Bagi sebagain masyarakat Indonesia meyakininya bahwa jenglot memiliki kekuatan mistis. Hal inilah sebabnya figur hominoid (berkenaan dengan manusia) ini acap dipergunakan oleh kalangan tertentu sebagai  sarana pelet, pesugihan, menarik pusaka dan bahkan hingga santet. Kendati demikian kesaktian makhluk mistis ini belumlah bisa dibuktikan akan kebenarannya serta hingga kini masih bersifat desas desus semata.

Jenglot dikenal sebagai figur hominoid  yang mirip dengan keberadaan manusia dengan memiliki ukuran yang sangat kecil, sekitar 10 – 17 cm. Wujud sosoknya berkulit gelap dengan tekstur kasar layaknya mumi. Dengan wajah yang menyeramkan lantaran terlihat dengan kedua taringnya yang mencuat. Mahkluk ini memiliki rambut dan kuku yang sangat panjang.

Menurut pakar spiritual Kang Raga, sosok jenglot bisa diketemukan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Jawa, Bali dan Kalimantan. “ Sosok makhluk Jenglot ini dipercaya memiliki sebuah kekuatan gaib apabila di beri sajian makanan kesukaannya, yakni darah manusia. Namun, apabila tidak dirawat dengan baik sebagaimana mestinya maka justru bisa mendatangkan bencana bagi pemiliknya. Jadi pemikinya harus dan wajib memberinya makan berupa setetes darah setiap harinya. Jika tidak wahh….bahaya,” kata tokoh spiritual Nasional Kang Raga serius.

Lebih rinci  Kang Raga menceritakan bahwa, keberadaan jenglot sempat membuat rasa penasaran di kalangan kaum ilmuwan. “Salah satunya adalah hasil penelitihan yang diterbitkan oleh Jurnal Ilmu Kedokteran Malaysia tahun 2009 lalu yang menyebutkan bahwa rambut sosok jenglot berasal dari manusia,” kata Kang Raga serius.

Dari berbagai lapisan masyarakat, sosok jenglot memiliki berbagai macam kisah misteri. Beberapa  orang sebagian meyakini bahwa jenglot dahulunya adalah manusia yang memiliki segudang keilmuan dan banyak mempraktekkan ilmu sihir  terlarangnya agar supaya bisa menjalani kehidupan abadinya. Akan tetapi naas, maksud dan tujuan manusia sakti tersebut tak kesampaian. Bahkan ketika meninggal,  tubuhnya justru di tolak bumi sehinga tidak terurai, akibatnya tunbuhnya menyusut dan akhirnya menjadi sosok yang biasa kita sebut dengan istilah jenglot.

Akan tetapi ada sebagain yang berpendapat bahwa jenglot adalah sosok makhluk gaib yang bisa ditangkap serta di jinakkan. Bahkan ada pula yang menyebut jenglot merupakan spesis hewan yang langka.

Konon, mahkluk jenglot juga pernah diteliti secara medis oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.  Salah satu tim peneliti yakni, dokter Djaja Surya Atmana dari Universitas Indonesia yang langsung ikut terlibat dalam penelitian menyampaikan bahwa lapisan kulit jenglot memiliki DNA mirip primata sejenis manusia.

Kala itu penelitian sempat berhenti sebab para peneliti tidak diizinkan untuk membedah sosok jenglot, berdasarkan konfermasi, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan  bakal terjadi. Sementara hasil penelitian lain menyimpulkan bahwa sosok jenglot dibuat melalui proses mumifikasi beberapa jenis spesias. Seperti kepala kera yang di bumbui dengan ramput ekor kuda sebagai uraian rambutnya serta kuku ayam sebagai taring yang menyeramkan untuk tampilan sosok jenglot.

Sementara praktisi medis Islam dari Malaysia, Syakir M Azmi, menyatakan bahwa jenglot merupakan hasil karya seni buatan manusia. Bahkan, tim tersebut menyebutkan bahwa jenglot tidak mempunyai kekuatan apapun seperti yang dikatakan banyak orang.

Kendati demikian toh sosok jenglot masih menjadi buah bibir bagi masyarakat yang meyakininya. Akan tetapi kita sebagai umat beragama, sudah menjadi kewajiban kita untuk menelaah positif negatifnya akan semua fenomena yang terjadi pada diri sosok jenglot tersebut.  

No Responses

Leave a Reply