Rahasia Rejeki (Bag.1) Rejeki Uang Rejeki Bahagia Rejeki Senang

Rahasia Rejeki (Bag.1)   Rejeki Uang Rejeki Bahagia Rejeki Senang

oleh: Kawas Primonta

Setiap orang pasti punya impian untuk makmur, sukses atau kaya. Diawali dari sekolah, kemudian bekerja bertahun-tahun mengikuti alur kehidupan sebagaimana biasa.

Tapi kehidupan satu individu dengan individu berbeda nasibnya.

Ada yang kemudian mulai menapaki jalan kesuksesan. Uang mulai mengalir dengan mudah. Ada yang dapat rejeki uang dalam jumlah banyak, ada yang sedang, ada yang sedikit. Tapi kesemuanya didapat dengan mudah.

Kebanyakan individu, bekerja keras siang malam, tapi jalan rejekinya begitu sulit. Dapat rejeki uangnya juga sedikit. Ingat, kita tidak bicara soal jumlah rejeki yang didapat sedikit atau banyak, tapi jalan yang ditempuh sulit atau mudah.

Ketika jalan rejeki yang anda tempuh begitu sulit, maka anda akan menderita. Rejeki bahagia tidak anda miliki.Tapi pernahkah anda melihat seseorang yang rejekinya biasa saja, tapi cara mendapatkannya dengan mudah, orang tersebut terlihat senang-senang saja?

Ya orang tersebut mendapat 2 hal ssekaligus: rejeki uang (yang ssedikit itu) dan rejeki bahagia.

Sebelum kita memaparkan lebih jauh tentang azimah kemakmuran ini. Coba anda tengok kehidupan anda sendiri. Apakah anda bahagia dengan rejeki uang anda yang sedikit? Apakah anda bahagia dengan rejeki uang anda yang berlimpah?

Penulis sengaja mengaitkan dua rejeki pada pembahasan kali ini. Rejeki Uang (RU) dan Rejeki Bahagia (RB). Sebab bagi penulis bahagia itu sendiri adalah rejeki dari Tuhan. Anda tidak bisa membelinya atau menukarnya dengan Rejeki Uang. Tapi sebaliknya, Rejeki Bahagia bisa untuk mendapatkan Rejeki Uang.

Penulis mencoba untuk mengurai RB dan RU dengan bahasa yang ringan agar mudah dicerna oleh nalar pembaca. Syukur-syukur, bisa dipraktekkan dalam keseharian. Nanti ada bagian untuk anda praktekkan dalam sehari-hari.

Sering kali, orang menganggap bahwa kesuksesan itu selalu identk dengan uang yang banyak. Tidak salah, tapi tidak sebetulnya benar. Coba anda bertanya kepada orang yang uangnya banyak,” apakah anda bahagia?”

Jika orang itu menjawab dengan “Iya, saya bahagia.”, maka ujilah ia dengan meminta sedikit saja uang tersebut. Lihat reaksinya. Apakah ia langsung memberikan tanpa berlama-lama. Atau memberikannya dengan syarat tertentu. Atau tidak mam memberikannya sama sekali.

 Jika ia memberikannya langsung kepada anda, maka bisa dipastikan ia memang bahagia dengan rejeki uangnya. Kenapa demikian? Karena ia tidak merasa sedih kehilangan sedikit uangnya. Malah ia merasa bahagia dengan memberi hadiah atau sedekah uangnya kepada anda. Ingat, memberi itu adalah cahaya kebahagiaan.

Sampai di sini, anda sudah mulai sedikit memahami soal uang dan bahagia. 

Jika orang yang uangnya banyak itu kehilangannya sedikit saja, ia marah, emosi dan sebagainya. Maka uang itu bukan rejeki bahagianya. Tapi uang itu hanyalah Rejeki Senang saja.

Nah, ada istilah baru lagi tertulis di sini. Rejeki Senang. Bahagia itu pasti senang. Tapi senang itu belum tentu bahagia.

Jadi begini. Ketika anda punya uang. Sedikit atau pun banyak, maka perasaan anda akan senang. Tapi beum tentu bahagia. Uang itu kemudian akan melahirkan perasaan bahagia itu ketika anda alirkan ke arah lain. Misalnya, anda menyumbang, memberikan hadiah kepada keluarga, dan seterusnya. Anda akan merasakan perasaan senang dan bahagia bercampur aduk di dalam batin anda. Benar?

No Responses

Leave a Reply