Pesugihan Bulus Jimbung, Konon Tanpa Minta Tumbal Nyawa Benarkah?

Pesugihan Bulus Jimbung, Konon Tanpa Minta Tumbal Nyawa Benarkah?

oleh: agus tw

Pesugihan Bulus Jimbung, Konon Tanpa Minta Tumbal Nyawa Benarkah?

Namanya Sendang Jimbung, berada di Desa Jimbung, Klaten, Jawa Tengah, sendang tersebut dikenal sebagai tempat pemujaan pesugihan atau orang yang ingin cepat mendapatkan kekayaan secara `instan`. Konon, siapapun pemuja pesugihan yang berhasil, maka tubuhnya akan muncul belang-belang mirip temburung bulus.

Desa Jimbung dikenal oleh masyarakat  sebagai salah satu tujuan wisata spiritual, terutama pada saat jatuh pada bulan Syawalan atau hari rasa sesudah bulan puasa berakhir, yang jatuh pada H + 7 setelah Idul Fitri.

Sendang Jimbung merupakan sebuah mata air alami yang merupakan sumber mata air bagi masyarakat sekitarnya. Kendati tidak melimpah akan tetapi sendang tersebut tetapi berisi air, dan uniknya tak kenal musim, sendang selalu terisi air. Sendang Jimbung terdiri dari dua kolom yang terpisah. Dan keduanya di apit oleh dua pohon besar  yang hingga kini usianya sudah mencakup ratusan tahun. Dua pohon besar jenis randu Gumbala dan pohon jenis Jaranan tersebut kini memberikan kesan  keteduhan dan nuansa mistis.

Sendang Jimbung hingga kini di kenal sebagai tempat untuk mencari pesugihan atau jalan pintas seseorang yang menginginkan kekayaan dengan cara instan.

Semua rencana untuk mendapatkan pesugihan secara instan tersebut, pelaku harus dan wajib menjalankan perjanjian gaib dengan penguasa gaib sendang Jimbung, dan untuk bisa melakukan perjanjian gaib tersebut, penganut pesugihan juga wajib melakukan ritual khusus di tepi sendang.

Selain perjanjian gaib yang harus dilakukan oleh pemuja, pelaku pesugihan juga diwajibkan untuk memenuhi beberapa syarat, yakni memberi sesajen yang berupa segelas air putih yang berisi kembang setaman, sebatang rokok klobot, kemenyan, tanah yang dibungkus dengan kain kafan. Semua syarat sesajen yang sudah disiapkan harus diletakkan di bawah pohon dekat sendang, dan pemujanya wajib melalukan ritual dengan berendam atau kungkum di sendang bertepatan dengan Jumat Kliwon.

Kalau perjanjian gaib tersebut sudah disepakati, maka sang penguasa gaib sendang Jimbung akan memberikan harta kepada pelaku melalui perantar berdagang. Misalnya, jika pendapatan berdagang itu 500 ribu, maka di dalam kotak tempat menyimpan uang akan berubah berlipat-lipat.

Berdasarkan informasi dari para sesepuh Jimbung, pelaku pesugihan setiap tahun di wajibkan untuk harus melakukan ritual anda pemuja ingin di beri kekayaan oleh sang penguasa gaib sendang Jimbung. Uniknya kendati penguasa gaib sendang Jimbung telah memberikan kekayaan yang melimpah kepada pemujanya, konon mereka tidak meminta tumbal nyawa.

“Pelaku pencari pesugihan Sendang Jimbung yang diyatakan berhasil, kelak akan memiliki cari khas tersendiri, yakni tubuhnya akan muncul belang-belang layaknya warna tempurung bulus yang diyakini sebagai penguasa gaib sendang tersebut,” kata Jeng Laras, seorang spiritual asal kota Bogor beberapa waktu lalu.

Lalu siapakah penguasa gaib yang bersemayam di sendang Jimbung tersebut? Konon, di sendang Jimbung terdapat sepasang bulus atau kura-kura belang yang berjuluk Kyai Poleng dan Nyai Poleng. Mereka berdua adalah jelmaan dari Abdi  Dewi Mahdi yang telah disabda untuk menjadi bulus.

Sementara sendang Jimbung, konon  dibuat oleh seorang Pangeran Jimbung yang gagah perkasa dengan tongkatnya. Beliau kala itu pernah bersabda bahwa kelak tempat sendang ini akan ramai dukunjungi oleh orang banyak dan akan memberi makan kepada sepasang bulus Jimbung tersebut.

No Responses

Leave a Reply