Pergolakan Dunia Menurut Manuskirp Kuno “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb” (Bag.1)

Pergolakan Dunia Menurut Manuskirp Kuno  “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb” (Bag.1)

Nubuah Tentang Kemunculan HITLER,

AMERIKA SERIKAT dan YAHUDI Merajai Dunia

Ada sebuah manuskrip atau naskah Kuno dari abad ke-2 Hijriyah yang ternyata telah mencetak beberapa hadis rahasia Akhir zaman yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu.

Setiap muslim pasti sering mendengar nama Abu Hurairah. Ia lahir  598 dan wafat pada 678 masehi. Nama aslinya adalah Abdurrahman Ibn Shakri al-Azdi. Ia merupakan seorang sahabat terdekat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yang berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman.

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, yaitu sebanyak 5374 hadis. Dari sekian banyak hadis yang diriwayatkan ternyata ada beberapa hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang sengaja disembunyikan dari kaum muslimin di masa itu.

Abu Hurairah pernah mengatakan, “Aku menghafal dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dua bejana ilmu. Untuk satu bejana sudah saya sampaikan kepada kalian, dan untuk bejana yang kedua andai saya sampaikan kepada kalian maka kepalaku akan dipenggal,” (HR. Bukhari)

Artinya, Abu Harairah sengaja tidak menyampaikan sejumlah hadis yang disebutnya sebagai bejana kedua tersebut. Untuk diketahui, hadis yang disembunyikan Abu Hurairah ini bukanlah hadis yang berkaitan tentang aqidah dan syariat Islam. Tapi hadist-hadist yang sengaja disembunyikan  ini berkaitan dengan fitnah dan kejadian di masa mendatang atau menjelang akhir zaman, dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menubuahkan tentang perang dan pemberontakan-pemberontakan yang mengubah peradaban dunia.

Di dalam sejumlah hadits yang merupakan nubuah akhir zaman tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan menyebutkan nama peristiwa , nama pelaku, nama tempat dan alasan kejadian tersebut. Kesemuanya berkaitan dengan pemberontakan dan pembunuhan secara besar-besaran.

Berita-berita fitnah ini ketika hanya diketahui oleh orang yang amanah dan berilmu maka akan berada di posisi aman. Namun sebaliknya, jika dipegang oleh orang jahil atau bodoh, maka resikonya besar sekali karena dapat membahayakan Abu Hurairah sendiri dan orang lain. Bahkan lebih dari itu juga dapat menimbulkan huru-hara, maraknya fitnah kepada orang yang tidak bersalah, perpecahan dalam tubuh kaum muslimin dan lain sebagainya.

Al-Hafidz Ibnu Hajar berpendapat, kemungkinan yang dimaksud dengan yang disembunyikan adalah informasi terkait tanda-tanda kiamat, terjadi perubahan besar dan kekecewaan di akhir zaman, sehingga jika disampaikan akan diingkari oleh orang yang tidak bisa menerimanya dan ditolak oleh orang yang tidak menyadarinya.

Namun ternyata menjelang wafatnya Abu Hurairah memberi sedikit informasi kepada orang-orang dekatnya dari kalangan Tabiin (generasi kedua setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat). Informasi dimaksud adalah tentang perkataan atau sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang selama bertahun-tahun sengaja ia simpan dalam hatinya, dan ini tetap ia pertahankan  selama hidupnya hingga menjelang kewafatannya.

Siapa kalangan Tabiin yang mencatat hadist rahasia dari Abu Hurairah ini memang tidak ada satupun penjelasan. Namun yang pasti, di Perpustakaan Nasional Turki di Istanbul ternyata masih tersimpan sebuah manuskrip langka dari abad ke-2 Hijriyah yang ditulis oleh salah seorang Tabiut Tabiin (generasi ketiga setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan sahabat). Sang penulis tidak disebutkan namanya namun ia berasal dari Syam (Suriah).

Manuskrip itu berjudul “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb.” Ternyata catatan kuno ini berisi informasi yang benar-benar menakjubkan dan telah tertulis secara gamblang tentang terjadinya beberapa peristiwa besar dunia, lengkap dengan nama-nama tokoh pelaku utamanya. Misalnya saja, tertulis secara gamblang nubuah tentang terjadinya perang dunia ke-3 yang akan terjadi sesudah perang dunia ke-2.

Manuskrip berjudul “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb” merupakan kumpulan hadist-hadist Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dan disebutnya sebagai “bejana ke-2” yang sengaja beliau sembunyikan. Kondisi manuskrip kuno bertuliskan huruf dan berbahasa Arab tersebut sudah tidak utuh lagi. Terdapat bagian-bagian yang berlobang atau sobek akibat dimakan usia. Karena itulah terdapat sejumlah teks yang hilang dan tidak dapat dibaca lagi.

Dalam kumpulan hadist-hadist berupa nubuah tersebut dengan jelas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mampu membaca dan melihat secara pasti tentang deretan peristiwa besar di dunia yang menjadi pertanda akhir zaman. Ini merupakan suatu bukti yang tak terbantahkan dari mukjizat kenabiannya.

Lewat Rubrik Terawang ini,  kami hanya akan membahas beberapa kutipan saja dari manuskrip tersebut. Tentu kutipan dimaksud sesuai terjemahan aslinya. Mengingat beragamnya tema yang diketengahkan, maka kami akan menyajikannya secara berseri. Untuk melengakapi sajian kami hanya memberikan komentar dan catatan yang sangat terbatas.

Berikut ini adalah kutipan dari manuskrip “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb” yang kami terjemahkan sesuai dengan naskah aslinya:

“Perang akhir zaman adalah perang dunia, yakni kali ketiga sesudah dua perang besar sebelumnya. Banyak sekali yang mati di dalamnya. Perang dikobarkan oleh seorang laki-laki yang merupakan KUCING BESAR dari NEGERI GELAS dan MAHKOTA DI KEPALA…..(titik titik titik teks tak dapat terbaca lagi)

Sementara perang kedua dikobarkan oleh seorang laki-laki yang nama panggilannya adalah TUAN BESAR dan seluruh dunia memanggilnya HIR…(titik titik titik teks tak dapat terbaca lagi).”

Selanjutnya  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah dan termaktub di dalam manuskrip kuno “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb”:

“Dalam rangkaian hitungan Hijriah sesudah 1300 tahun dan mereka mengikat perjanjian yang di situ Raja Rum melihat bahwa perang semesta dunia pasti terjadi. Allah menghendaki terjadinya perang.

Dan waktu tidak berjalan tanpa perjanjian dan perjanjian. Lalu berkuasalah seorang laki-laki dari negeri yang bernama JIRMAN bernama ALHIRR. Dia ingin menguasai seluruh dunia. Memerangi semua bangsa di NEGERI-NEGERI SALJU DAN KEBAIKAN. Dia bergerak dengan muka Allah sesudah beberapa tahun api (menyala). Dia ingin membunuh RAHASIA atau AR-RUSY atau AR-RUS.

Dalam perang itu keluar seorang RATU DUNIA pelaku makar dan pelacur namanya AMIRIKA yang menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu YAHUDI di dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh AL-QUDS dan AL-MADINAH AL-MUQODDASAH (kota yang disucikan).

Di tanah ISRA’ DAN MI’ROJ terjadi perang dunia yang di situ AL-MAHDI memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi AL-MAHDI dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Dalam kelompok kekuatan YAHUDI, ALH-KHAZAR dan BANI ISRAIL masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya.

AL-MAHDI melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi dan lautan terbakar untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk.

Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia. Dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di PERANG DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan….(titik titik titik teks terhapus).”

Sejumlah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tersebut merupakan peristiwa yang terjadi di abad ke-20 dan seterusnya. Bayangkan saja riwayat ini banyak mengandung kata-kata asing bagi orang Arab masa itu. Misalnya saja seperti AL-HIR dan JIRMAN (HITLER dan JERMAN). Kemudian AR-RUS (RUSIA) dan AMERIKI (AMERIKA SERIKAT).

Seandainya isi manuskrip “Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb” adalah 100% benar berasal dari perkataan atau sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang disimpan oleh Abu Hurairah selama hidup hingga menjelang kewafatannya, maka wajar beliau tentu tidak sembarangan mengatakannya kepada siapapun pada zaman itu. Bisa dibayangkan seperti apa dampaknya bila hal ini diungkap pada masa itu. Tentu saja akan terjadi saling curiga, tuduh menuduh, hingga memicu kekacauan besar di tubuh kaum muslimin sendiri.  

Namun, tentu saja berbeda halnya jika diungkapkan pada akhir abad ke-20 atau abad ke-21 seperti saat ini, di mana kita langsung dapat menunjukkan yang mana saja pihak-pihak yang dimaksudkan dalam manuskrip tersebut.

Bagi pembaca yang mengikuti sejarah dunia, tentu sudahlah mafhum adanya. Rentetan peristiwa yang disebutkan dalam manuskrip tersebut sudah terjadi dan tercatat dalam sejarah dunia. Sebagian yang lain harus pula kita yakini pasti akan terjadi. Misalnya saja disebutkan: ” Di tanah ISRA’ DAN MI’ROJ terjadi perang dunia yang di situ AL-MAHDI memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi AL-MAHDI dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya….dst.”

Apakah ini yang dimaksud sebagai perang dunia ke-3 atau perang akhir zaman?

Wallahu A’lam Bishawab…!

(BERSAMBUNG SERI SELANJUTNYA)

No Responses

Leave a Reply