Noni Belanda Gentayangan 120 Tahun di Museum Probolinggo

Noni Belanda Gentayangan 120 Tahun di Museum Probolinggo

Jika anda menjelajahi Kota Probolinggo, Jawa Timur, maka anda harus mampir sejenak di Jalan Dr. Moh Saleh, tepatnya di Kelurahan Tisno Negaran. Di Jalan itu berdiri sebuah bangunan beraksitektur Belanda. 

Bangunan itu adalah sebuah musem yang diberi nama Museum Dr. Moh Saleh. Dahulu museum itu bekas kediaman Dr. Moh Saleh yang hingga saat ini masih menjadi salah satu tujuan wisata di Probolinggo.

Bagi Misteria yang suka perjalanan bernuansa mistik, Museum ini bisa dijadikan salah satu tujuan wisata. Karena ada atmosfir gaib yang terasa di dalam museum ini. Jika anda merasakan  sedikit getaran gaib di bulu kuduk anda, itu bisa dimaklumi. Karena memang ada kisah gaib di musem ini.

museum dr moh saleh

Adalah seorang wanita muda cantik, seorang noni Belanda yang bergentayangan di dalam museum. Noni itu kerap muncul dengan gaun Eropa berwarna hijau yang membalut tubuhnya yang semampai.

Dari hasil komunikasi gaib dengan noni Belanda tersebut, diketahui Noni tersebut bernama Meiliza Ezalibier.

Hal itu dibuktikan seorang supranatural yang sempat berinteraksi dengan mahluk astral cantik yang sudah 120 tahun mendiami museum peninggalan Belanda itu. Sosok noni Belanda itu mengaku bernama Meiliza Ezalibier.

Menurut pengakuan Meiliza, ia sudah berada di dalam museum tersebut hampir 120 tahun. Ia berasal dari kota Den Haag, Belanda. Semasa hidupnya ia pernah tinggal di kota Yogyakarta selama dua tahun.

Setelah itu ia mengikuti pamannya yang dinas di kota Probolinggo pada tahun 1895. Pamannya adalah seorang pejabat kepegawaian Hindia Belanda.

Selama bermukim di Probolinggo, Meiliza menjalin hubungan dengan pemuda setempat dan berniat melangsungkan pernikahan.Tapi sesuatu terjadi, hingga pernikahan itu batal dan noni Belanda itu meninggal.

Tidak dapat digali apa sebab noni Belanda itu meninggal dunia. Ketika ditanyakan kepadanya, noni Belanda itu hanya terdiam sambil terisak menangis.

No Responses

Leave a Reply