Kunjungan Gaib Meraga Sukma Pertama Kali Kepada Nyai Roro Kidul Ratu Laut Selatan

Kunjungan Gaib Meraga Sukma Pertama Kali Kepada Nyai Roro Kidul Ratu Laut Selatan

Setelah lilin itu dinyalakan, kemudian lampu kamar dimatikan, aku diharuskanmemandangi nyala apinya selama beberapa menit sambil berkonsentrasi, kemudian memejamkan mataku. Aneh, nyala api lilin seakan masih ada didepan mataku, padahal aku sudah memejamkan mata, terdengan guru pembimbing spiritualku berkata : ” sebutkan warna-warna nyala api lilin yang kau lihat “, memang kemudian muncul nyala lilin warna merah, biru, kuning, hijau, bergantian, ada yang dua-tiga kali muncul, malah warna hitam juga muncul, setiap kusebutkan dicatat dengan teliti oleh guru pembimbingku. Setelah nyala api lilin kemudian tidak muncul lagi maka lampu kamar dinyalakan dan diperlihatkan kepadaku catatan deretan warna-warna yang muncul saat aku memejamkan mata. Setelah mempelajari catatan itu beberapa saat dan membandingkannya dengan beberapa catatan sebelumnya, kemudian dia menganggukan kepalanya, ” Bagus “, katanya, ” Mulai malam ini sudah bisa dilakukan upacara meraga sukma “. Aku sangat gembira karena tak sia-sialah usahaku mempersiapkan segala sesuatunya agar aku bisa meraga sukma, keluar dari tubuhku dan pergi kealam gaib yang sejak lama sangat kudambakan. Tujuh simpul gaib ditubuhku dibuka olehnya, agar roh-ku bisa melepaskan diri dari raga-ku dan pergi berpetualang kealam gaib. Setelah beberapa kali mengadakan peneropongan secara gaib maka aku disuruh meditasi, menjalani ritual khusus, yaitu cara atau kunci agar bisa melepaskan diri dari kurungan raga, setelah sebelumnya berdoa minta perlindungan kepada Tuhan……… Allah SWT. Saudaraku yang dari Solo telah sejak lama bisa meraga sukma dan menceritakan banyak pengalamannya yang fantastis (menurutku), dan membuatku sangat takjub dan tertarik untuk mempelajari ilmu ini, apalagi setelah dijelaskan bahwa kalau telah menguasainya dengan sempurna, maka batas ruang dan waktu menjadi tidak ada. Maksudnya adalah, bisa melihat kejadian-kejadian apa saja dan dimana saja, kapan saja, dari kamar tempat kita meditasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, selain tentunya bertemu dengan mahluk-mahluk alam gaib yang kasat mata. Setelah menjalani ritual yang disuruh oleh guru pembimbingku, kemudian

aku disuruh melompat keluar melalui ubun-ubun kepalaku, tentu saja aku bingung, bagaimana caranya, akan tetapi kucoba untuk melakukannya, yaitu roh-ku melompat keluar dari raga-ku Sekali, dua kali gagal, yang ketiga kalinya sepertinya berhasil. Tiba-tiba aku sangat terkejut dan hampir berteriak kaget karena melihat diriku sedang duduk dengan serius dihadapanku melakukan meditasi. Lho koq bagaimana ini, aku bisa melihat diriku sendiri berada dihadapanku. Lalu aku sendiri yang sedang melihat diriku ini apa ?. Terdengar suara guru pembimbingku mengingatkan agar aku janganlah takut atau terkejut dengan kejadian ini. Ternyata saat ini aku sedang berada dalam alam yang bersinar kebiruan, dan anehnya aku bisa melihat ketempat yang gelap sekalipun dengan jelas. Aku menegok kesebelah diriku dan terlihat guru pembimbingku juga sedang duduk meditasi, disampingnya terlihat perwujudannya berpakaian putih-putih dan tubuhnya bercahaya, guru pembimbingku koq ada dua ?, fikirku. Wujud yang bersinar dari guru pembimbingku memberi isyarat agar aku mengikutinya, aku mencoba berjalan tapi sangat sulit dan kaku, beberapa kali hampir terjatuh. Tubuh bersinar guru pembimbingku dengan tidak sabar memberi lagi isyarat agar aku mengikutinya, aku mencoba berjalan sebisaku mengikutinya berjalan keluar rumah. Setibanya diluar rumah kulihat tiba-tiba guru pembimbingku tidak jalan dilantai, akan tetapi telah terbang naik beberapa meter dari tanah dan menunjuk kearah Selatan. Terdengar bisikannya jelas ditelingaku : ” Coba-lah, kau bisa terbang sepertiku, kita terbang menuju ke arah Selatan “. Kucoba menjejakkan kakiku kelantai, keanehan terjadi tubuhku melayang naik beberapa meter tapi agak menggeliat miring, hampir jatuh. Akhirnya aku berhasil menguasai tubuh halusku dan terbang mengikuti guru pembimbingku kearah selatan, terus menembus awan, melewati hutan, gunung dan akhirnya tiba ditepi pantai. Gelombang laut terlihat menerjang kearah pantai dengan dahsyatnya dan membasahi kakiku, terlihat pembimbingku berjalan kearah laut, dan aku terus mengikutinya dari belakang. Tubuhku mulai tenggelam kedalam laut, ketika air telah mencapai pinggangku terdengar pembimbingku berbisik : ” Mohon agar bisa berjalan diatas air “, dan terlihat pembimbingku telah melesat dengan cepatnya diatas air terus menuju ke Selatan. Setelah memohon, pelan-pelan tubuhku terangkat dan bisa berjalan diatas air laut, pakaianku langsung kering seakan akan tidak pernah terendam air laut sebelumnya, kejadian ini sangat mengagumkanku sehingga membuatku menjadi bersemangat dan berlari cepat menyusul pembimbingku yang sudah jauh didepan. Terlihat ada bentuk gapura didalam laut dan pembimbingku sedang meminta ijin kepada pengawal untuk masuk kedalam istana, mendadak laut terbuka membentuk lubang, ruang yang sangat besar dengan gapura yang indah, lengkap dengan anak tangganya, kami masuk kedalam dengan takjub. Sayupsayup terdengar suara gamelan dengan nada-nada yang belum pernah kudengar sebelumnya. Istana bersinar kehijauan dan terlihat banyak yang lalu lalang akan tetapi tidak sedikitpun diantara mereka yang menoleh kearah kami. Mendekati pintu depan istana pengawal mencegat kami dengan memalangkan tombak yang bersinar keemasan, dan sekali lagi pembimbingku menyampaikan salam niatnya. Terdengar suara merdu dari dalam dan para pengawal menyingkir memberi kami jalan masuk kedalam istana. Situasi Istana sulit untuk digambarkan, sangat

indahnya, tiang-tiangnya berukir indah dan berkilauan berlapis emas dan lantainya juga berkilauan, dimana mana bertebaran hiasan-hiasan yang menakjubkan yang menambah indahnya istana ini. Terdengar lagi suara merdu menyambut kami, dan dengan takjub aku melihat sesosok tubuh molek dengan busana serba hijau dan gemerlapan yang dihiasi intan permata, parasnya cantik bersinar dan berseri, memakai mahkota emas yang berkilauan, menyambut kedatangan kami, mahluk cantik jelita yang duduk disinggasananya ini sulit untuk digambarkan kecantikannya. Kemudian memberi isyarat dengan melambaikan tangannya agar kami mendekat. Aku mendekat dan mengikuti pembimbingku yang menyembah dengan takzim sebagai tanda hormat, inikah Nyi Roro Kidul yang terkenal itu, Penguasa Laut Selatan, Ratu dari alam gaib, kesinikah aku dibawa oleh pembimbingku untuk menjumpainya dan memperkenalkan diriku. Terlihat Ratu Kidul turun dari singgasananya dan menyuruh kami berdiri, aku menundukkan muka tidak berani melihat wajahnya yang halus, cantik jelita dan bersinar, juga kearah busana atasnya yang agak tembus pandang dan memperlihatkan tubuh bagian atas yang aduhai. Ratu memanggilku untuk mendekat, kemudian menyentuh kepalaku dan memberikan sebuah keris kecil, yang dengan agak kebingungan kemudian kuterima. Kuanggukkan kepala dan kuucapkan terima kasih atas pemberiannya. Ratu mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum kearahku atas sikapku yang agak gugup tapi tetap santun. Setelah selesai bertemu dengan Ratu Kidul, kemudian pembimbingku menggamit tanganku untuk mengajak pulang. Kami amit mundur, pamit dan meninggalkan istana dasar lautnya Ratu Kidul. Keris pemberian Ratu Kidul kugenggam erat-erat ditangan kananku. Lain dengan masuknya, kami keluar dengan mudah tanpa halangan apapun dari para pengawal dan kemudian ‘ tancap gas ‘ terbang kembali ketempat kami meditasi. Sambil terbang aku terus-menerus melirik ke keris pemberian Ratu Kidul, dan tak henti mengaguminya. Perjalanan pulang terasa sangat cepat dan tiba-tiba sudah berada dihadapan raga kami yang masih terlihat asyik bermeditasi. Kulihat tubuh halusku memakai pakaian berwarna keperakan dan didadaku terlihat gambar Rajawali dan Naga sedang bercengkrama. Terus terang aku kaget dan kagum melihat penampilanku sendiri yang baru kuperhatikan, tidak dari awal saat keberangkatan ke Istana Ratu Laut Selatan. Tak terasa genggaman tanganku ke keris yang diberikan Ratu Kidul mengendur dan mendadak sontak tiba-tiba keris terbang berputar-putar serta menukik tajam masuk kedalam lengan kiriku dan menetap disana. Aku benar-benar terkejut atas kejadian ini dan terus meneliti keadaan tangan kiriku yang telah terisi keris. Takjub. Begitu mendekati raganya ternyata tubuh halusku langsung tersedot masuk bagaikan asap yang dengan sangat cepatnya kembali menyatu dengan ragaku, alam biru perlahan memudar dan kesadaran timbul dalam diriku ‘ Aku sudah kembali ‘. Aku membuka mataku perlahan dan sinar lampu dari kamar sebelah memasuki bola mataku dan menimbulkan kesadaran bahwa ‘ telah kembali ke alam nyata ‘. Kulihat guru pembimbingku-pun telah membuka matanya dan tersenyum kepadaku, kemudian berkata : ” Sang Ratu telah berkenan memberimu keris “. Aku mengangguk-angguk dan keingintahuanku langsung menyeruak apakah guru pembimbingku melihat pakaian halusku, dan aku bertanya : ” Apa bapak bisa melihat saya juga, seperti saya melihat bapak ? Kalau boleh tahu seperti apa tubuh halus saya ini dan bagaimana dengan pakaianku ? “. ” Tentu saja aku melihat juga dan pakaian keperakan yang kau kenakan

sangat indah apalagi dengan gambar burung dan ular naga besar didadamu “, jawabnya lengkap dan memuaskan hatiku. Akh, ternyata apa yang kulihat sama dengan yang dilihatnya, berarti ini bukan mimpi atau khayalan saja tetapi benarbenar terjadi. Dan tubuhku bergetar keras karena sensasi hebat yang tiba-tiba muncul kedalam hatiku. ” Luar biasa, sungguh luar biasa, …. “, hanya itu yang bisa kuucapkan lirih. Tapi aku masih mengejar lagi dengan pertanyaan : ” Sepertinya rumah ini ada mahluk halusnya terutama di pohon Nangka itu kelihatan galak “, dengan tersenyum pembimbingku berkata lagi : ” Oh…. maksudnya mahluk berekor yang giginya runcing itu, dan dibelakang rumah mahluk perempuan dengan punggung bolong dan rambut riap-riapan, kalau tidak mengganggu biarkan saja, mereka kan dialamnya, kita dialam kita “. Memberi penjelasan lagi yang lebih meyakinkan kepadaku bahwa alam gaib itu memang ada, dan bisa kita lihat bila kita memang mempunyai kekuatan atau ilmu untuk menembus kealam gaib. Karena apa-apa yang kulihat ternyata dilihatnya juga sama tak berbeda, dan kita bisa saling melihat tubuh halus kita seperti didunia nyata saja. Bedanya, apapun yang kita mohon dialam gaib dapat langsung terkabul, dan bisa kita dapatkan seketika itu juga, misalnya kita minta emas balokan, langsung ditangan kita muncul emas balokan 24 karat dengan berat misalnya satu kilo, akan tetapi bila kita kembali keraga kita dan membuka mata ternyata dialam nyata……., tidak ada ditangan kita emas balokan tersebut. Hanya ada di alam gaib. Mungkin ada caranya untuk mewujudkannya kealam nyata tapi masih belum kuketahui bagaimana dan harus melakukan apa persyaratannya….. Wajah cantik sang Ratu dengan Istana megahnya, keris pemberiannya serta pengalaman gaib perjalanan Meraga Sukma itu masih terus terbayangbayang hingga beberapa hari kemudian, sampai kemudian pengalamanpengalaman gaib lainnya yang lebih mencekam kudapatkan dan terus berlanjut hingga kini. Demikianlah pengalamanku pertama kali bisa Meraga Sukma dan masuk ke-alam gaib yang menakjubkan, ternyata perjalanan dialam gaib yang rasanya lama itu, hanya memakan waktu 20 menit saja. Akan tetapi dialam sana banyak mahluk-mahluk gaib yang jahat sehingga sangatlah berbahaya memasuki alam gaib tanpa bimbingan dan perlindungan yang kuat, bisa-bisa kita terperangkap dan tidak bisa keluar lagi sehingga dianggap telah mati (suri) oleh orang-orang, dan bila beberapa minggu atau bulan baru kita bisa kembali keraga kita mungkin raga kita sudah dimakamkan oleh keluarga kita (karena dianggap sudah mati, padahal belum). Bayangkan begitu kita sadar kita berada dua meter didalam tanah terkurung di kegelapan, sudah dibungkus kain kafan, dan tidak mungkin menggali keatas, kita berusaha berteriak minta tolong, siapa yang mungkin mendengar dan bisa menolong. Dengan panik tangan kita mencakar-cakar berusaha untuk menggali tanah keatas, kaki berusaha menendang-nendang, akan tetapi himpitan tanah sangat keras, meskipun sampai kuku terlepas dan kulit bahkan daging tangan terkelupas dari tulangnya, takkan mungkin melepaskan diri dengan menggali keluar, waktu membatasi, sebentar saja persediaan oksigen dalam lubang menipis, kita akan kesulitan menarik nafas dan kita akan mati lemas karena kehabisan oksigen, menjelang ajal, menyesalpun sudah terlambat, kemudian menjadi arwah penasaran gentayangan. Mati yang benar-benar mati dengan mata melotot, mulut berbusa dan jari tangan hancur berdarah. Masya Allah, semoga ini tidak terjadi pada diri anda……….. H. Mohammad B.I.

Mendadak sontak tiba-tiba keris pemberian Ratu Kidul terbang berputar-putar serta menukik tajam masuk kedalam lengan kiriku dan menetap disana.

Terapi NurSyifa Mampu Memperbaiki, Mengkoreksi Kesalahan-kesalahan dimasa silam yang Berpengaruh kepada Fisik dan Mental seseorang untuk Kesembuhan dan untuk Keberhasilan di Masa Depan yang lebih baik* Bila Rejeki Seret, Kehidupan terasa berat banyak masalah, Coba Kita menganalisa kehidupan dimasa lampau. Seringkali dosa-dosa dan Kesalahan yang pernah diperbuat berpotensi Menghalangi datangnya Rejeki* Bila banyak masalah dan kesulitan di Kantor, ditempat usaha, ditempat bekerja, barangkali ada sifat-sifat buruk yang mengganggu, bersihkan dan Buka Aura Islami dengan Nur Pesona Ilahi agar semua berubah menjadi menyenangkan dan meningkatnya karir menuju sukses*** Terapi NurSyifa ternyata dapat meningkatkan Daya Fikir, Imajinasi, Naluri, nalar, Kepekaan, Konsentrasi, potensi, Berfikir Positip, Ibadah dan membangkitkan Kemampuan dalam diri (InnerPower)

Berbagai Kenangan Situasi Pengobatan Awal Terbayang kembali,

Ini beberapa diantaranya……
Pengalaman Perjalanan Gaib Keluar dari Raga

Waktu Sama, Jiwa Di Dua Tempat
Dalam waktu kurang dari 10 menit, saya mengalami sebuah pengalaman yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Pernah menjadi suatu keinginan, tapi untuk mengalaminya benar-benar tidak terkhayalkan. Hari ini, keinginan yang hanya satu dua kali pernah terlintas dalam pikiran saya itu ternyata teralami juga. Terbang dengan ringan di atas Jakarta, melintasi lampu-lampu gedung di malam hari. Dengan terus berdzikir, saya menutup mata, lalu saya mendengar suara orang yang membimbing saya di belakang. “Minta kepada Allah, untuk bisa meloncat keluar.” Lalu ia melafazkan beberapa kalimat dzikrullah (semacam Password) untuk saya ikuti. Kemudian dalam keadaan sadar sepenuhnya, saya merasa sudah melewati meja ruang tamu.

”Apakah sekarang telah melihat diri sedang duduk?” saya ditanya. Bersamaan dengan pertanyaan pembimbing saya ini, saya memang telah melihat diri saya dengan kemeja putih tampak sedang konsentrasi duduk kira-kira dua meter di depan sana. Sedangkan diri saya yang sedang melihat ini berada hampir ke luar pintu rumah. Aneh rasanya. Setelah saya menjawab ya, ia melanjutkan, “Berarti sekarang dirimu ada dua, bukan?” Kemudian saya diinstruksikan untuk terus berjalan ke luar rumah. Saya agak bingung untuk melangkahkan “diri” saya ini. Menyadari bahwa tubuh sedang duduk, tapi di waktu yang sama sayapun merasakan bahwa saya sedang berada di luar tubuh yang sedang duduk itu. Ini belum pernah saya alami seumur hidup. Belum pernah ada referensi dalam kepala saya, apa yang harus dilakukan. Jadi dengan upaya yang agak asal-asalan saya mencoba menggerakkan spirit saya ini saja. Terdengar lagi suara Bapak yang sabar itu, “Kok, jalannya begitu? Sekarang kan sudah ada di depan pagar, jangan bingung.” Kemudian ia berkata, “Ucapkan Ya Allah, Ya Adziim, Ya Rahiim, Ya Adiil, lalu minta pada Allah untuk bisa melewati pagar. Sekarang sudah ada di jalan? Mau kemana?” ia bertanya. “Mungkin ke Menteng Raya,” jawab saya dengan agak kurang yakin tapi hati saya bergejolak. “Sudah di Menteng Raya? Sekarang coba pergi ke Monas, langsung,” ucapnya. Pikiran sayapun dalam beberapa saat agak bingung. Tapi ini tidak lama. Saya meniatkan hati untuk ke Monas, lalu tanpa banyak waktu lagi, dalam hitungan detik saya merasa diri terbang melesat tanpa melakukan usaha apa-apa. Monas tampak di hadapan saya, makin dekat dengan cepatnya. Kemudian pembimbing saya ini bertanya, “Apa yang kamu lihat di sana, banyak orang?” Saya belum bisa menjawab. “Tenang, jangan berpikir… menunggu saja nanti akan muncul sendiri,” ucapnya. Saat mendengar petunjuknya itu, saya telah melihat banyak sosok di atas tangga Monumen Nasional yang diterangi banyak lampu itu. Sosok-sosok. Tapi tampaknya.. bukan manusia. Mereka bergerak berseliweran. Ada satu yang tampak menatap ke arah diri saya. Putih, tinggi, seperti berjubah dari kepalanya sampai ke bawah. Kemudian dalam beberapa detik lapisan tangga di hadapan saya ini kosong lagi, figur-figur itu hilang. Sekejap, mereka muncul lagi. Jarak antara tempat saya melihat dengan mereka sekitar 50 meter. Saya berusaha menatap sosok putih tinggi itu, ingin lebih jelas melihat wajahnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara pembimbing saya, “Aduh, emosinya… jangan menggunakan emosi, cepat kembali lagi, kembali…” terdengar instruksi pada saya. Memang saya merasa harus kembali, tapi pada saat yang sama juga merasa masih ingin berada di sana. Tapi saya menurutinya. Secepatnya saya kembali lagi berada di ruang tamu tempat saya duduk di sudut. Sulit untuk mendeskripsikan perasaan yang memenuhi diri saya. Rasanya seperti setengah berputar, tapi tidak pusing. Pernah dengar ungkapan yang ditujukan bagi orang yang bangun tidur mendadak: “nyawanya masih belum terkumpul semua”? Mungkin jika hal itu bisa terjadi benar-benar, ya rasanya seperti yang saya alami ini. “Mohon agar diberi cahaya putih kemudian sebar ke seluruh tubuh,” terdengar lagi perintah pada saya. Setelah sadar sepenuhnya dan membuka mata, semua yang tadi saya lihatpun saya sampaikan ke bapak yang memandu perjalanan singkat saya tadi. “Tadi itu namanya perjalanan gaib keluar dari tubuh,” ujarnya. Ternyata menurutnya, saya tadi terlalu excited, sehingga tanpa terasa jiwa saya turun cepat ke bawah. Dan ini bukan hal yang menguntungkan, terutama untuk pemula. “Paling tidak, karena sebagian rasa juga ikut, akibatnya setelah kembali, bisa ada bagian tubuh yang terasa sakit karena terbentur saat jatuh ke tanah,” jelas bapak berusia 48 tahun ini.

Pembimbing saya ini adalah HM. Bambang Irawan S., seorang ahli dunia supranatural. Menurutnya, yang saya alami itu berbeda dengan “terawangan” atau melihat kejadian di tempat lain tanpa keluar dari tubuh. Dalam raga sukma ini, sebagian dari jiwa, pikiran, dan emosi keluar dari badan kita. Kejadian tadi itu merupakan salah satu dari sekian banyak pengetahuan yang bisa Anda pelajari dari Pak Haji Bambang ini. Selain punya kemampuan untuk menyembuhkan penyakit fisik maupun mental (ia selalu mengingatkan bahwa Tuhan yang menyembuhkan, dirinya hanya medium), ia juga bersedia membagi pengetahuannya pada banyak orang. Ia ingin makin banyak orang yang bisa menolong orang lain. “Saya ingin banyak orang kembali lagi ke fitrahnya, sebagai insan kamil. Paling tidak mendekati,” begitu keinginannya. Mendekati kondisi insan kamil atau manusia sempurna ini bisa dicapai dengan bantuannya. Bagi yang berniat untuk makin mendekatkan diri pada Tuhan, tentu diri harus dibersihkan dari segala sifat-sifat buruk dan dengan menumbuhkan semua sifat baik. Tidak mudah melakukan ini, tapi bisa dilakukan. Anda tertarik untuk belajar hal-hal paranormal? Atau membutuhkan penyembuh yang sepenuhnya mendasarkan ilmunya pada Al Quran dan Hadist? Haji Bambang Irawan dan istrinya, Hj. Dewi, yang juga mempunyai kemampuan paranormal, bersedia mengajarkan banyak ilmu yang pasti akan bermanfaat untuk Anda lahir batin. Anda tidak harus muslim untuk bisa mendapatkan pengetahuan dan terapi penyembuhan darinya. Anda akan diminta berdoa sesuai agama Anda. Karena Haji Bambang hanya meminta pertolongan dari Tuhan. Dalam mempraktekkan metodenya, ia tidak menggunakan khodam/jin seperti yang banyak dilakukan oleh beberapa paranormal. Tentu saja dalam mempelajari pengetahuan keparanormalan darinya Anda juga harus berikhtiar dalam bentuk ibadah pada Tuhan. Saya rasa Anda sependapat bahwa keharusan ini tentunya akan memberi banyak manfaat pada diri kita. Pasangan suami istri ini bisa ditemui di rumahnya di Jl. KaliPasir Tembok no. 26. Menteng Raya, Jakarta Pusat 10340 Telp.: (021) 314-7850. HP : 0816-14-23923. Andapun bisa melihat homepagenya di Nursyifa

Berbagai Kenangan Situasi Pengobatan Awal Terbayang kembali,

Ini beberapa diantaranya…… Berawal dari Ejekan Mahluk Halus
Kemampuan pengobatan alternatif yang dimiliki Pak Haji Bambang ternyata punya cerita panjang, Sebenarnya tidak ada niatan khusus mempelajarinya. Apalagi sebagai alumnus jurusan fakultas teknik elektro UI pada 1970-an, bertolak belakang dengan kemahiran itu. Awalnya salah seorang kerabat dekatnya diganggu makhluk halus pada 1977, Pak Haji Bambang merasa tergerak untuk menolongnya. Mereka ingat pesan orang tuanya. Yakni kalau ada orang kesurupan, pijatlah jempol kaikinya sembari dibacakan Ayat Kursi. Ia pun mencoba

mempraktikan itu. Eh, apa yang terjadi? Si makhluk halus yang bersarang ditubuh kerabat dekatnya itu, justru mengejek. Spontan si makhluk halus tadi tertawa sambil berujar, “lu nggak bisa ngusir gue,”. Ia mengenang ucapan makhluk halus tadi. Gagal mengobati, Pak Haji Bambang lalu melanglang buana ke beberapa daerah guna mencari ilmu. Misal, ke Banten, Cirebon dan Jawa tengah. Malah ke Sumatera dan Kalimantan segala. Tak pandang bulu, ilmu apa saja dipelajarinya. Baginya yang penting ilmu itu dapat menjaga diri dan bisa mengobati orang kesurupan. Sekitar lima tahunan ia berguru ke berbagai orang pintar tadi. ” 40 orang lebih mungkin guru saya,” katanya yang pernah menjadi Dirut PT Supra Abadi Sentosa, perusahaan miliknya. Karena banyak ilmu yang dipelajari, maka ia pun harus memilah-milah. Lalu ia lebih banyak bertafakur. Kemudian, datanglah sebuah petunjuk. Sayang, petunjuk tersebut malah meminta agar dirinya membuang ilmu-ilmu yang dipelajarinya, apa boleh buat, ia pun mengikuti petunjuk gaib itu. Nah, usai shalat tahajud, tiba-tiba ia melihat sinar putih pada 1982. Sinar itu mengenalkan diri sebagai Cahaya IIlahi, ” Saya Nur Illahi “. Setelah itu, ia berusaha membersihkan diri dengan cara banyak-banyak membaca istighfar, dan lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Hatinya, tergerak untuk mempelajari kalam-kalam illahi. Misal surat Muhammad ayat 11 (Non Muslim : Fitrah Agama Tauhid). Juga surat an- Anfal ayat 29, Asma’ul Husna, dll. Selama empat bulan, ia menjalani pembersihan diri sejak meraih Nur Illahi itu. Sekitar 1983, ia kedatangan cahaya lagi, kali ini berwujud seperti cahaya las biru- kekuningan. Si cahaya itu mengaku bernama Nur Syifa’. Sinar itu pun masuk ke dalam dirinya. Sejak itulah, atas izin-Nya, ia tahu penyakit seseorang dan cara penyembuhannya.

PENGALAMAN YANG MENGESANKAN

” Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini ” (QS. 2 : 269)

Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Lorong Waktu

Sepasang suami isteri sedang berkunjung kesebuah sanggar seorang empu pembuat pusaka di zaman ratusan tahun yang lalu :
Meminta bantuan sang empu untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu menuju ke masa depan, agar memperoleh murid penerus ilmu andalannya…

Sang suami yang mengenakan jubah putih panjang dan bersorban itu sekali lagi meminta dengan sungguh-sungguh bantuan sang empu agar dapat membantu mereka untuk mengarungi-menembus ruang dan waktu ke masa depan. “Tolonglah kami, dimasa ini tidak ada wadah yang sesuai untuk menerima berbagai keilmuan yang kami miliki, sangat disayangkan bilamana ilmu2 yang sangat bermanfaat yang kami miliki ini lenyap begitu saja untuk selamanya karena tidak ada lagi penerusnya”. Sang empu tercenung menatap jauh kearah gunung dikejauhan, dan menghela nafas beberapa kali, sang isteri menatap dengan penuh harap dan bahkan terlihat linangan air mata dipipinya yang telah keriput dimakan usia. Kembali sang suami mendesak : “Sebagaimana Empu lihat kami sudah berada dipenghujung usia kami, kami tinggal menunggu waktu untuk dipanggil Yang Kuasa mengingat usia kami yang telah mendekati 90-an tahun ini”. “Ilmu Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini telah turun temurun berlangsung hingga sampai ketangan kami, mengingat kami tidak mempunyai keturunan, maka ilmu ini akan diturunkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan, yaitu, beriman kepada Allah SWT, akan digunakan untuk membantu, menolong umat manusia, wadahnya kokoh sehingga mampu menerima ilmu dari Kitab Rahasia Kanjeng Syech Abdul Kodir Jaelani ini, dan akan mengamalkannya dijalan kebaikan”. “Demikianlah empu, hanya empu-lah harapan kami satu-satunya untuk terlaksananya niat baik kami ini”, sambung sang suami dan terdengar isak tangis sang isteri menimpali. Sang empu menghela nafas panjang kembali, setelah merenung beberapa saat kemudian berkata : “Saya akan ber-khalwat terlebih dahulu untuk memohon petunjuk, wangsit dari Yang Kuasa, silahkan kalian berdua bermalam disini”.

Keesokan harinya……
Sang Empu memulai pembicaraan, (terlihat wajahnya muram) : “Saya telah mencoba mengarungi masa depan hingga ratusan tahun kedepan, banyak calon akan tetapi setelah diteliti lebih dalam, tidak memenuhi syarat, ada yang cocok, tidak berniat beristeri, yang sudah beristeri wadahnya tidak kuat, ada yang wadahnya kokoh akan tetapi keimanannya diragukan, sehingga dikuatirkan akan disalah gunakan untuk bukan kebaikan”. Sang suami-isteri serentak bertanya : “Lalu bagaimana empu ? Apakah sudah berhasil menemukan yang cocok ?”. Wajah sang empu kemudian terlihat bersinar dan berseri, dan dengan tegas berkata : “Alhamdulillah puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, akhirnya saya menemukan yang memenuhi persyaratan dan wadahnya kokoh, sesuai dan memenuhi harapan kita semua”.

”Alhamdulillah, akhirnya kami bisa kembali kepada Sang Khalik dengan tenang” berkata sang suami, dan terlihat wajah mereka bertiga berseri2 dan bersinar terang, sang isteri terlihat berlinang air mata kegembiraan dan terharu, walaupun telah dimakan usia, akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat nyata saat tersenyum. Sang empu kemudian sambil tersenyum berkata : “Hari ini juga akan saya mulai riyadhoh untuk membuat wacana, kendaraan mengarungi, menembus kemasa depan”. “Kami siap dan akan membantu empu” kata sepasang suami isteri itu serentak. Dan dimulailah kerja keras membuat wacana, sarana untuk menembus, mengarungi ruang dan waktu kemasa depan untuk menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada “Yang Terpilih”. Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu, ternyata sebelum wacana selesai dibuat, baru mencapai 90 – 95%, Mereka berdua meninggal dunia karena memang telah uzur. Untunglah pada saat2 terakhir sebelum meninggal, mereka telah berhasil menanamkan berbagai keilmuan dan enerji mereka yang dahsyat itu kedalam wacana yang dibuat oleh sang Empu tersebut. Sang Suami menanamkan ilmu2 pengobatannya dan sang isteri menanamkan ilmu2 kerejekiannya berupa do’a dan zikir2 ajaib yang berkhasiat manjur untuk memperoleh rejeki yang halal dan di ridho’i Allah SWT, dari kitab rahasia Syeh Abdul Kodir Jaelani yang turun temurun mereka peroleh dari kakek buyut leluhur mereka. Mereka (pasangan kuami – isteri tersebut) berkata : “Sejak saat ini Kitab Ilmu Rahasia akan menghilang dan baru akan muncul ditahun 2006”. Terlihat mereka tersenyum bahagia dalam tidur abadinya, karena telah menemukan “Yang Terpilih” dan dari pantauan mereka “Yang Terpilih” malah telah memiliki berbagai keilmuan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits yang sesuai dengan keilmuan yang mereka miliki dan telah puluhan tahun mengamalkannya untuk menolong sesamanya. Jadi keilmuan mereka akan lebih menyempurnakan, melengkapinya dan bermanfaat meningkatkan kekuatan dan kemampuan “Yang Terpilih”. (*Pak Haji Bambang selama ber-tahun2 telah berusaha mencari Kitab Rahasia Pengobatan ini yang menurut literatur / legenda ada akan tetapi tidak pernah berhasil ditemukan….. Beliau tertarik karena khazanah pengobatannya yang Luarbiasa, konon…, selain Menyembuhkan bahkan dapat Menghidupkan kembali orang yang telah Meninggal dunia.)

PROLOG :
Pak Haji Bambang begitu biasanya beliau dipanggil, membuka Balai Pengobatan Terapi NurSyifa’ ditahun 1984 didaerah Menteng, Jakarta Pusat.

Bertahun-tahun pak Bambang belajar, menimba ilmu kepada ratusan mungkin ribuan guru diseluruh tanah air, bahkan dinegara lain Berbagai Ilmu2 pengobatan Islami dipelajarinya, demikian juga berbagai metode2 pengobatan lainnya, mencari berbagai kitab, mempelajarinya, mengolahnya, memadukan berbagai sarana, bahan, obat dan teknik yang paling efektif, yang paling manjur…. Telah begitu banyak waktu, fikiran dan dana (biaya) yang dihabiskan untuk mencarinya, memahamimya, mengkajinya, merangkumnya, Maka akhirnya pak Bambang menemukan Enerji Sinar Penyembuh NurSyifa’ yang datangnya dari Allah yang Maha Menyembuhkan. Setelah diamalkan beliau, ternyata enerji NurSyifa’ mampu mengobati berbagai penyakit non medis (sakit rohani), maupun penyakit medis hingga kronis sekalipun dan mampu melancarkan rejeki yang seret dan macet menjadi lancar. Setelah menggali Al Qur’an lebih dalam lagi pak Bambang akhirnya menemukan Teknologi Al Qur’an yang Canggih. Didalam Al Qur’an selain memberi bimbingan beribadah kepada Tuhan, ternyata sarat dipenuhi teknologi canggih dengan kecerdasan tinggi yang dapat membantu, memberi jalan kepada semua manusia kearah kebaikan, kesuksesan, keberhasilan, sejahtera berlimpah rejeki, dan kehidupan yang tenang tenteram dan damai. Mulailah beliau mengarungi perjalanan kehidupan dijalan Allah SWT mengamalkan kemampuannya itu untuk menolong sesamanya. Dalam aspek Pengobatan, berbagai metode, teknik, keilmuan berdasar Teknologi Al Qur’an diterapkan sehingga para pasiennya dalam waktu relatif singkat bisa sembuh tentu saja dengan izin dan ridho Allah. Terapi NurSyifa’ dikembangkan terus oleh beliau mulai dari pengobatan biasa, normal, kemudian dengan semakin banyaknya pasien yang datang, maka pak Haji Bambang-pun mendidik murid2nya, santri2nya menjadi Asisten Kabel Sambung membantu mengobati para pasien yang setiap harinya berdatangan tak henti2nya, tak putus2nya, tak habis2nya. Agar mampu mengobati puluhan bahkan ratusan pasien sekaligus, setelah menjalani riyadhoh yang panjang, beliaupun menerapkan Pengobatan Masal Terapi NurSyifa’, yang kemudian dikembangkan lagi menjadi Pengobatan Akbar Terapi NurSyifa’ yang berhasil membangkitkan enerji 2 sampai 3 kali lipat pengobatan biasa. Keberhasilan pak Haji Bambang di tahun 2005 adalah setelah memperoleh ilmu Adz Dzariyat, enerji kuantum yang dahsyat, yaitu : Partikel yang menerbangkan, yang mampu membawa beban yang berat, yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya (lebih dikenal sebagai Sinar Kosmis), adalah tonggak sejarah baru di NurSyifa’ yaitu pengobatan enerji Kuantum Imajiner NurSyifa’ (menggunakan enerji sinar kosmis) yang awalnya bisa membangkitkan enerji 4 sampai 7 kali lipat terapi biasa yang kemudian mampu dikembangkan hingga mencapai 17 – 27 kali terapi biasa, sehingga manfaatnya luar biasa besar, proses kesembuhan berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya. Ini menjelaskan mengapa para pasien yang datang berobat ke NurSyifa’ cepat sekali sembuhnya, dan keberhasilannya sangat besar.

Setelah mengamalkan kemukjizatan surat Al Fatihah, Adz Dzariyat dan Al Waqi’ah, bertahun-tahun untuk perlindungan diri, untuk aspek kerejekian berupa memperoleh rejeki berlimpah secara halal, meningkatkan karir, melancarkan usaha, perjodohan, meningkatkan kecerdasan, daya fikir, ingatan, inspirasi, imajinasi, kepekaan, naluri, dll. akhirnya disempurnakan dengan berhasilnya memperoleh aspek pengobatan dengan ilmu Al Waqi’ah ini. (Ilmu Pengobatan kemukjizatan surat Al- Waqi’ah) Pak Haji Bambang sampai saat inipun masih terus mengejar ilmu untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat memberi manfaat yang lebih besar lagi bagi Masyarakat luas yang Membutuhkannya.

PENGALAMAN GAIB TAPI NYATA HMBI
Inilah pengalaman Gaib tapi Nyata dan Unik dari pak Haji Bambang seperti yang diceritakan beliau :
HMBI : “Ass Wr Wb. Setelah memperoleh Ilmu Pengobatan Al Waqi’ah, ternyata enerji yang dibangkitkan baru sedikit, kecil seperempatnya saja, itupun ternyata sudah berlipat ganda lebih besar dari berbagai enerji yang selama ini saya miliki bila digabungkan jadi satu”. Muncul petunjuk untuk meningkatkan enerji Al Waqi’ah ini adalah dengan menyerap seluruh enerji yang ada di Bumi (enerji Inti Bumi dan Hawa pengunungan) di pegunungan yang jauh dari pemukiman penduduk. Karena kesibukan mengobati dan padatnya berbagai acara lainnya, berbulan2 kemudian belum juga sempat keluar kota, apalagi di Pulau Jawa ini dimana sih tempat seperti itu berada, karena sampai kegunung2 bahkan bantaran sungaipun sudah banyak yang ditempati manusia. Sampai suatu ketika saat mengadakan Bhakti Sosial di Monas sebagai mana setiap minggunya dilakukan, mendadak Power Amplifiernya jebol. Dan saat dicari di Harco Glodok spare-partsnya tidak dijumpai. Saya teringat membelinya dulu disebuah toko di Sukabumi. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat pagi2 sekali ke Sukabumi bersama pak Rojali (asisten team Ghostbuster NurSyifa”), karena harapan untuk memperoleh spare-parts yang rusak hanya disana. Hari Selasa 20 Juni 2006 kami berangkat dan memutuskan lewat Puncak saja untuk sekalian refresing (wisata) setelah berbulan2 terkungkung rutinitas pengobatan di Terapi NurSyifa’ Jakarta. (Boleh dong sekali2). Tidak terjadi apa2 sampai di Puncak Pass, saat memasuki Cipanas, karena keasikan mengobrol hingga tak terlihat bahwa hanya Bus (???) yang boleh terus, selainnya harus memutari pasar. “Cobaan pertama”. Setelah “Membayar Tilang Ditempat” kami kembali melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di Sukabumi, ternyata ditoko yang dituju stock habis, “Cobaan Kedua”. Akan tetapi setelah mencari kebeberapa toko parts lainnya akhirnya berhasil juga memperoleh parts yang dibutuhkan. Adik yang tinggal di Sukabumi dan sebagai pengelola salah satu pemancar siaran radio swasta di Sukabumi menelphon dan mengharapkan kedatangan saya untuk mengunjungi tempatnya dan sekaligus untuk meninjau pertambangan emas di gunung Rosa yang kebetulan baru saja izin prinsip pengelolaannya keluar dan adik saya yang ditunjuk sebagai pengelolanya. Akhirnya kita semua berangkat ke pertambangan. Jalannya Parah dan terlihat sedang diperbaiki tambal sulam. Untung saya mengikuti saran isteri untuk menggunakan Panther saja dan tidak menggunakan Sedan BMW baru yang biasa saya pakai bepergian, kemungkinan besar saya tidak akan bisa melanjukan perjalanan ke Tambang Emas Gunung Rosa dan kisah nyata ini mungkin tidak akan pernah ada. Setelah meninjau pertambangan, adik saya tinggal dipertambangan dan saya diberi info jalan pintas alternatif melalui CPD langsung ke Cianjur tidak perlu melalui Sukabumi lagi. Situasi di area pertambangan banyak enerji negatip dari mahluk2 penganggu, dan saat melalui sebuah desa di dekat area, terlihat pancaran sinar2 hitam, menandakan bahwa ada kiriman santet atau teluh dari area sekitar lokasi dan diketahui bahwa area disekitar itu memang ada dusun tempat para dukun santet tinggal. ” Apa yang telah mereka kerjakan itu menjadi karat bagi hati mereka “. (QS. 83 :14) Ternyata didekat area juga ada Situs Megalithikum terbesar se Asia, disana berdiri sekumpulan batu menjulang kokoh yang terlihat menyeramkan karena sepi pengunjung. Kami terus meluncur menuju ke Cianjur meninggalkan area gunung Rosa. Tiba2 terlihat pemandangan indah nuansa pegunungan dan gelombang enerji yang fresh, positip, hawa pengunungan terasakan. Kami berhenti dan melihat bahwa berkilometer sekeliling tidak terlihat pemukiman penduduk. Wah, ini lokasinya ! seru hatiku gembira dan Kami keluar dari kendaraan untuk menyerap enerji, tentu saja langsung aku menjalankan riyadhoh menyerap Enerji Inti Bumi dan Hawa Pegunungan (seluruh enerji yang ada di Bumi). Kemudian Kami kembali melanjutkan perjalanan. Tiba2 terasa ada gelombang enerji dahsyat seperti angin yang menerpa wajah….wushhh, wushhhh…..(padahal saat itu kaca mobil dalam keadaan tertutup, AC hidup) dan saat aku menengok keluar terlihat ada 7 pohon besar2 yang saking tingginya hingga daunnya tidak terlihat dari dalam mobil. Besarnya 1 sampai 2 pelukan orang. Akarnya terlihat tertanam menghujam kokoh ketanah dan pak Rojali berkata : “Mereka semua mohon untuk ikut, minta diajak”. Saya melihat 7 tiang sinar, karena baru saja mengambil enerji Inti

Bumi, maka saya tidak berminat karena merasa tidak membutuhkan enerji lagi, apalagi belum saya pelajari apakah positip atau negatip enerjinya. “Cobaan Ketiga”. Dan kami melanjutkan perjalanan tidak berhenti ataupun mengurangi kecepatan. Beberapa waktu berlalu…., dan tiba2 muncul lubang cahaya di langit dan semburat sinar kuning keemasan memancar dan kemudian menghujam ke tanah beberapa meter didepanku. Ada apakah gerangan ???. Setelah kuteliti, aku kemudian menjelaskan ke pak Rojali bahwa ada pusaka yang muncul, dengan tulisan aksara Arab Nur……, karena diketahui terbuat dari kuningan maka biasanya untuk melihat alam gaib, menembus alam gaib atau untuk memasuki-menapaki dimensi lain. Dalam hati saya membathin, maaf….saya sudah tidak berminat untuk narik2 pusaka, dan main2 pusaka lagi… kuatir musyrik, dan menggangu keimanan, saat ini hanya ada Allah di diriku dan hanya kepada-Nya aku meminta dan berserah Diri. Tiba2 muncul suatu gelombang enerji yang kuat dan terlihat kemunculan penampakan seorang pria berjubah dan bersorban putih keluar dari lorong berkabut, yang serta merta berkata : “Ada keilmuan yang ingin saya satukan kedirimu”. Secara bathin aku menangkis : “Saya tidak mau disurupi mahluk gaib apalagi berkolusi”. Tiba2 muncul sosok kedua seorang wanita dari lorong waktu tsb. yang walaupun telah uzur akan tetapi guratan kecantikannya masih terlihat jelas dan berkata : “Bagaimana kangmas berhasil ditemukan belum?”. <<< Pengalaman sebelumnya > Perjalanan menembus jarak, ruang dan waktu melalui lorong waktu, > Perjalanan untuk menyerap enerji Nur Bahari dari seluruh samudera di dunia, > Perjalanan nyata menyerap enerji jutaan meteor di puncak Gunung Tangkuban Perahu ( Bandung Jawa Barat ) pada tengah malam

PENGALAMAN YANG MENGESANKAN

” Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini ” (QS. 2 : 269)

Perjalanan Menembus Jarak, Ruang dan Waktu Melalui Lorong Waktu > Pengalaman Gaib Tapi Nyata dan Unik HMBI.
Tiba2 muncul suatu gelombang enerji yang kuat dan terlihat kemunculan penampakan seorang pria berjubah dan bersorban putih keluar dari lorong berkabut, yang serta merta berkata : “Ada keilmuan yang ingin saya satukan kedirimu”. Secara bathin aku menangkis : “Saya tidak mau disurupi mahluk gaib apalagi berkolusi”. Tiba2 muncul sosok kedua seorang wanita dari lorong waktu tsb. yang walaupun telah uzur akan tetapi guratan kecantkan masih terlihat jelas dan berkata : “Bagaimana kangmas berhasil ditemukan belum?”. Sosok pria berjubah lenyap melebur dan terngiang kata2nya : “Jangan kuatir dan ragu…….Hanya pengetahuan, keilmuan dan enerji saja yang dilebur dan ditanamkan kedirimu”. Dan sosok wanita berubah menjadi sarung pusaka (Wrangka) dari emas, “Serahkan wrangka ini kepada isterimu”, kembali terngiang kata2nya. Dan kemudian terlihat muncul dihadapanku gambaran…, hamparan suasana pedesaan yang asri tempo doeloe, dan terlihat sanggar pembuatan pusaka seorang Empu, sebagaimana diceritakan diawal kisah ini…, terlihat begitu nyata dan jelas seakan saya sedang berada disana melihat seluruh kejadian yang ada…. Saya merenung mencoba memahami kejadian luar biasa ini, “Mimpikah aku ?” Benarkah baru saja mereka telah menembus Ruang dan Waktu (melalui lorong waktu) menuju kehadapanku, kepadaku, di tanggal 20 Juni 2006 jam 15.00, sedangkan mereka berada ratusan tahun dimasa lampau Tiba2 terbersit satu ayat QS. 2 : 269 yang artinya : ” Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada orang2 yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang diberi-Nya kebijaksanaan itu berarti ia telah mendapat banyak kebaikan, hanya orang2 yang mau berfikir saja (cerdas) yang dapat mengambil (hikmah) pelajaran ini ” “Apakah mungkin saya yang dipilih-Nya untuk memperoleh ini semua ?? ..Yaa Allah jagalah diriku agar jangan sampai tersesat ataupun menjauh dari-Mu Yaa Allah… “. Sepulangnya, wrangka (sarung pusaka) langsung kuberikan kepada istriku Hj. Retno Dewi, dan begitu diterima langsung lebur, beberapa saat setelah menerima wrangka emas tersebut, ia melihat sepasang suami isteri terjun memasuki pusaran air yang besar dan lenyap kedalamnya. Tentu saja yang terlihat sebagai pusaran air itu adalah gelombang ruang dan waktu (lorong waktu), menandakan mereka telah kembali ke zamannya yaitu di masa lalu, setelah berhasil menurunkan berbagai keilmuan yang mereka miliki kepada penerusnya yaitu kami berdua. Terima kasih

Yaa Allah atas karunia-Mu yang Besar kepada kami berdua. ” Berapa banyaknya malaikat di langit, namun pembelaannya tidak berguna sedikitpun, kecuali sesudah mendapat idzin dari Allah, itupun berlaku kepada siapapun yang dikehendaki dan di ridho’i-Nya “. (QS. An Najm : 26) Setelah mengaktifkan Ilmu Khodam Malaikat, mulailah saya coba melatih Ilmu Al Waqi’ah ketingkat yang lebih tinggi, melatih pengaliran enerjinya, mengendalikan gelombang enerji yang demikian dahsyatnya, ibarat menaiki kuda liar yang belum dijinakkan, yang belum dipasangkan pelana maupun kendalinya, ibarat menaiki banteng ketaton yang ganas dan liar. Berapa kali tubuh dan tanganku bergetar2 kuat (Tremor), dan seakan2 kekuatan itu akan meledak dan terlepas dari diriku. Dengan segenap daya, kemampuan dan kekuatan fikiran dan tentu saja dengan mengharapkan pertolongan Tuhan (QS, Al Isro : 80), secara bertahap mulai kuperoleh rahasia pengendaliannya dan akhirnya dapat sepenuhnya kukendalikan, Bayangkan, Ilmu Al- Waqi’ah dilambari on-line Enerji Inti Bumi, hampir2 tak tertahankan rasanya. Malamnya langsung ku praktekkan keilmuannya, hasil pantauan dari 2 Asisten yang mata bathinnya bagus, mereka menyatakan terjadi suatu perbaikan hampir instant, yang tadinya jaringan rusak berubah menjadi jaringan normal yang sehat dalam hanya 1 – 2 menit saja dan pasien bisa merasakan gelombang enerji yang jauh lebih besar dari biasanya dan sesudahnya badan langsung terasa enak. Subhanallah…… Menurut para asisten yang memantau terjadi peningkatan enerji diatas 90 kali lipat dari sehari sebelumnya. Alhamdulillah. Berarti proses kesembuhan bisa berlangsung lebih cepat lagi dari sebelumnya. Kini enerji Ilmu Al Waqi’ah-ku telah meningkat dari 20-25% menjadi 45-50% Terbayang gambaran Kekuatan Enerji Inti Bumi yang dahsyat, yang dapat menimbulkan gempa hingga sekian skala richter, gambaran kekuatan ledakan gunung berapi yang memporak porandakan, dan terbayang juga gambaran kekuatan yang memberi kehidupan kepada pepohonan, tetumbuhan, sawah, ladang, sayur2an yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Alhamdulillah, kini enerji itu telah tertanam kuat di diriku. (on-line). Dengan perkembangan terakhir ini membuatku berfikir untuk berupaya mengembangkan lebih luas lagi Terapi NurSyifa’ dan akan lebih menggalakkan penginformasiannya ke masyarakat luas, sehingga manfaatnya yang besar dapat dinikmati oleh masyarakat banyak yang membutuhkan….. > Tiba2 saja tergambar dihadapanku gambaran untuk meningkatkan kemampuan Ilmu Al Waqi’ah-ku hingga mencapai 70-75%. Gambarannya adalah aku harus menyerap enerji Nur Bahari dari suatu lokasi di pantai, dimana didekatnya ada goa2 kelelawar, disuatu pantai yang ombaknya sangat besar

menggiriskan hati, agar aku tidak terseret arus laut, ke tengah laut, maka aku harus berpegangan dan mengikatkan diri ke tali yang kuat, dan sambil bergantungan di tali kemudian menyerap enerji Gelombang Lautan dari seluruh samudera di dunia. Terbayang gambaran Enerji Gelombang Lautan yang bukan main besarnya yang dapat dengan mudah meluluh lantakan apapun yang menghalanginya, seperti menumbangkan pohon, menghancurkan tembok, bangunan (Gelombang Tsunami), yang sanggup menggeser bukit, akan tetapi memberi kehidupan kepada bermacam biota laut, ikan, terumbu, tetumbuhan laut, dll, Enerji yang dahsyat ini yang harus kuserap untuk meningkatkan kemampuanku. Resikonya sangat besar, bila tidak kuat maka akan terbawa arus ketengah lautan dan tenggelam, Nyawa taruhannya. Semoga Allah selalu melindungi diriku dan hamba2-Nya yang bertaqwa. Untuk meningkatkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi bagaimana yaa? Belum terbayangkan olehku, Yang ini saja sudah sedemikian luar biasa dahsyatnya dan dengan menyabung Nyawa lagi ! Mengenai daerah pantai sekitar gua2 kelelawar ini tiba2 Aku teringat kepada Mpu Wesi Geni yang pernah berjanji akan menurunkan ilmunya berupa Sajadah Terbang. Saat ini entah ada dimana Beliau sekarang, apakah masih hidup atau sudah tiada ? EPILOG : > Banyak orang yang berfikir bahwa memperoleh ilmu yang hebat2 itu cukup hanya dengan cara yang mudah, misalnya tinggal pilih ayat seperti memilih kancing baju, dan langsung diberikan kepada seseorang dan akan berhasil…. Padahal untuk mendapatkannya perlu perjuangan bahkan menempuh berbagai bahaya besar, misalkan saat sedang bertaqorub atau kungkuman, resiko bertemu ular atau buaya ditengah malam yang gelap dan dingin menggigilkan sangatlah besar kemungkinan-nya. Atau saat sedang menjalani Tapa-brata menyatu dengan alam (Allah SWT) sebagaimana yang dilakukan para Sufis sejati, mengarungi hutan belantara dan memakan apa saja yang ditemukan seperti daun2an, umbi2an, syukur2 bila bisa menemukan setandan pisang matang yang nikmat. Saya pernah bertemu dengan macan (harimau) saat sedang menjelajahi sebuah gunung/hutan, untunglah bahwa mungkin macannya sedang tidak lapar, begitu juga saya, sehingga tidak saling menganggu…. Pernah dalam suatu perjalanan di Sumatra, tiba2 saja sopir turun dari kendaraan dan menempelkan telinganya ketanah, dan kemudian ngebut sekencang2nya mengarungi belokan2 tajam dengan jurang dikiri kanannya, bahkan body mobil sempat beberapa kali tergores tebing batu akan tetapi tidak diperdulikan dan sopir tancap gas terus, suara ban terdengar berdecit2, mengerikan menyentuh aspal jalanan yang ber-kelok2.

Dan akhirnya setelah keluar dari pegunungan dan telah memasuki dataran yang jauh dari lereng gunung, sopir menghentikan kendaraannya dan mengajak kami semua keluar dari mobil dan menunjuk kelereng gunung dijalan yang baru saja kami lalui, dibelakang Kami. Subhanallah, betapa terkejutnya kami semua ketika melihat dilereng gunung, pohon2 jatuh bertumbangan, longsor, tanah dan batu2 berjatuhan mengubur jalan yang baru saja kami lalui, getarannya terasa dikaki kami. Bayangkan ! terlambat beberapa menit saja kami semua tentu telah terkubur hidup2 dan mati disana. ” Sesungguhnya Allah selalu menolong / membantu orang-orang yang taqwa, dan orang-orang yang benar-benar berbuat baik “. ( QS. An-Nahl : 128 ) Pernah saya naik motor meniti jalan setapak yang licin berbatu2 naik kepuncak gunung untuk meningkatkan kemampuan, dikiri jurang, dikanan tebing berbatu2an, terpeleset dan jatuh kesatu sisi sama saja bahayanya, untung pengendaranya lihai, sudah biasa melalui jalan itu…. Merambah hutan dipegunungan juga banyak bahayanya, sering jurang yang dalam tersamarkan tertutup tetumbuhan lebat, bila kita tidak hati2 bisa saja kejeblos dan jatuh kejurang yang dalamnya tak terkirakan, dan mungkin jenazah kita tidak akan pernah ditemukan. Bahkan seringkali beberapa guru menyuruh sesuatu yang hampir mustahil untuk dilakukan sebagai ujian untuk mendapatkan ilmu2nya, seperti puasa selama 41 hari tanpa makan, berbukanya hanya segelas air putih saja, dan lain2 ritual, riyadhoh yang luar biasa beratnya, yang mengharuskan kita untuk menguras seluruh daya, kekuatan dan fikiran agar dapat menjalankannya, yang bila kita gagal tentu tak dapat memperoleh ilmunya. Beberapa gambaran diatas mungkin dapat mewakili betapa perjuangan berat hingga menempuh bahaya beresiko maut saya tempuh untuk mengejar, memperoleh ilmu. Bahkan seringkali saya terpaksa menaiki, menapaki hingga ke puncak2 gunung yang tinggi untuk belajar berbagai keilmuan kepada guru2 yang tinggi ilmunya, mereka biasanya bersembunyi dipuncak2 gunung atau ditempat2 yang sulit didatangi orang karena memang mereka umumnya telah menjauhi kehidupan duniawi. Sebetulnya sangat saya sayangkan orang2 seperti mereka2 yang telah menguasai hakikat, rahasia kehidupan (sebagai orang sakti) justru meninggalkan dunia ramai, tidak mau memberikan tuntunan, bantuan ke orang2 yang membutuhkan padahal mereka mampu memberikan pertolongan, kalau saja saya se-sakti mereka maka setiap saat waktu saya akan saya gunakan untuk menolong orang2 yang membutuhkan (demikian niatku, fikirku saat itu). ” Kepunyaan Allah apa-apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Meliputi Ilmu-NYA dalam segala-galanya “. ( QS.. 4 : 126 ) * Sampai disini dulu, sampai jumpa di tempat praktek atau di info2 lainnya.

Wassalam Wr. Wb.

HM Bambang Irawan S. PS : > Ilmu yang dengan mudah diperoleh maka akan dengan mudah juga lunturnya, lenyapnya, dan biasanya kurang penghargaanya….. > Tunggu Kisah Gaib tapi Nyata berikutnya : Perjalanan dan riyadhoh menentang ombak lautan yang ganas, menentang maut untuk menyerap enerji Nur Bahari dari seluruh samudera di dunia…..

<<< Pengalaman sebelumnya > Perjalanan menembus jarak, ruang dan waktu melalui lorong waktu, > Perjalanan untuk menyerap enerji Nur Bahari dari seluruh samudera di dunia, > Perjalanan nyata menyerap enerji jutaan meteor di puncak Gunung Tangkuban Perahu ( Bandung Jawa Barat ) pada tengah malam…. Hasil penelitian, pemikiran & pantauan secara mata bathin para asisten >>> Konsultasi kepada ahli konsultant spiritual >>> (*Pak Haji Bambang selama ber-tahun2 telah berusaha mencari kitab rahasia pengobatan ini yang menurut literatur / legenda ada akan tetapi tidak pernah berhasil ditemukan….. beliau tertarik karena khazanah pengobatannya yang luar biasa, konon…, selain menyembuhkan bahkan dapat menghidupkan kembali orang yang telah meninggal dunia.) *Setelah diperiksa ternyata kitab rahasia Syech Abdul Kodir Jaelani terdiri dari 2 kitab yaitu 1 buah Kitab Pengobatan dan 1 buah Kitab Kerejekian berupa Dzikir Ajaib dan Mustajabah untuk memperoleh rejeki, serta teknik, metode dan riyadhoh yang harus dilakukan untuk keberhasilannya secara maksimal…… luar biasa….! *Salah seorang sahabat nabi, saat ikut hijrah ke Madinah, hanya bertanya dimana arah, letak pasar dan beberapa waktu kem

Pada diri manusia ada yang disebut jiwa, ada yang disebut raga dan ada juga disebut nyawa. Ketiganya merupakan satu kesatuan pada diri manusia sehingga dapat hidup di alam ini. Bagi orang yang mendalami ilmu kebathinan, mempercayai bahwa dalam kondisi tertentu jiwa

pada dirinya dapat pergi dan kembali ibarat orang sedang keluar masuk rumah tanpa merusak rumah yang ditinggalkan dan didatangi. Tentu saja bagi orang yang rajin dan menekuni ilmu kebatinan hal itu bukan suatu yang aneh. Melakukan hal muskil menurut nalar rasional tersebut tentu saja melalui tatacara dan ritual tertentu. Berikut saya nukilkan suatu keilmuan langka yang dapat dijadikan sarana untuk melakukan raga jiwa atau raga sukma menurut dialeg bahasa jawa. Disini saya mencontohkan salah satu ke ilmuan melepas jiwa menurut ilmu yang pernah diterima dari guru. Dan ilmu ini disebut ilmu meraga sukma:

Bismillahhirrohmainrrohim Sholollohu alihi wasallam Allahumma qulhu Allah Zat gumilang tanpa sangkan Liyep cut prucut sukmaningsun Metu soko rogo Gampang sarining gampang sak niatku Slamet soko kersaning Allah Lailaha ilallah Muhammaddarrosululloh Bacalah mantra diatas sebanyak 3 kali ulang Lalu ucapkan berulang ulang lafaz Asma Allah : ALLAAAHHHH….(bergema dala hati) PERHATIAN:Berikut ini adalah dari berbagai sumber. Saya sajikan kepada Pengunjung blog ini, sebagai sebuah wawasan budaya spiritual yang ada di negeri ini. Setuju atau tidak, ini merupakan warisan leluhur dari zaman berzaman. Ini bukan sebuah anjuran atau saran yang harus dilakukan tetapi suatu informasi saja yang mungkin dapat menambah wawasan kita sebagai bentuk perduli terhadap diri sendiri juga orang lain, mungkin juga dapat dijadikan bahan renungan bersama. Jika Saudara Ingin Memiliki IJAZAH Ilmu Ini Lebih Mendalam/Ingin Memakai Jasa Profesi…SILAHKAN!!! Hubungi Langsung KIBAYUSEJATI..?! Sebutkan: Nama/Jenis Kelamin/Alamat/Tgl bln Tahun Lahir Atau Tarik Lahir/Nama kedua Orang Tua/Gambar Atau Fhoto…Melalui Email: kibayusejati@gmail.com dan konfirmasi melalui HP +6281361228624. Mohon Maaf Via SMS/MMS Yang Masuk Tidak Dibalas…Kunjungi situsnya: http://maharilmu.blogspot.com. OLeh: KI BAYU SEJATI di Sunday, April 05, 2009

PETUAH PENGHUSADA Dalam kita melakukan ritualisasi keilmuan, baik itu yang manapun jenis keilmuannya ada dikenal dengan sebutan “sampai jadi” lalu meningkat “sampai jadi-jadian”, banyak orang gagal pada saat ingin ke tingkat “sampai jadi” sebab untuk mendapatkan ilmu sampai jadi dibutuhkan ketekunan,ketaatan bahkan kesabaran. konsef amanah (berusaha mempertahankan niat awal ketika melakukan ritual yaitu hati dan pikiran dari awal dimulainya proses berjuang hingga mencapai “sampai jadi” selesai ritual) sangat diperlukan agar kita tetap digaris prosesi sampai jadi. Untuk mendapatkan “sampai jadi” tidak cukup dilakukan hanya sekali atau beberapa kali, ia dilakukan sampai jadi (sampai niatnya berhasil). Dalam proses ini tidak kenal yang namanya lelah, ngeluh, prustasi, putus asa tetapi mengenal sabar, tekun, taat, teguh, tiada henti. maka mudah2an dapat mencapai tingkat sampai jadi. Kalau sudah mencapai sampai jadi tentu keilmuan sudah dapat dibuktikan (dapat terbukti) kapan saja diinginkan. Mendapatkan predikat sampai jadi hanya sedikit orang yang berhasil dalam kurun waktu seketika itu (tidak menunggu besok). tetapi kebanyakan orang untuk mencapai sampai jadi hingga berbulan bulan bahkan bertahun tahun. makanya jangan heran apabila ada kita temukan orang melakukan perjuangan untuk mendapatkan sebuah ilmu hingga bertapa bertahun tahun. Sementara mencapai “sampai jadi jadian” adalah bagi mereka yang ingin menyempurnakan keilmuannya. Dan golongan inilah yang tetap nmenjaga volume keilmuan dan meningkatkannya dengan menjaga semua pantangan dan melakukan ritual sepanjang hidupnya tidak kenal waktu dan dengan metode yang didapatnya sendiri mengikuti “rasa” yang ada pada dirinya. Ijazah keilmuan merupakan gerbang untuk memasuki fase yang saya sebut tadi (sampai jadi ke sampai jadi jadian), karena tanpa ijazah maka seseorang tidak akan mendapatkan ilmu apalagi tuahnya. dalam ijazah keilmuan berlangsung proses ijab kabul tetapi tidak serupa dengan prosesi pernikahan/perkawinan. Menerima ijazah keilmuan bukan berarti ilmu langsung jadi, tetapi sipenerima ijazah diberikan suatu ilmu yang diinginkan kemudian di berikan petunjuk melakukan proses agar mencapai “sampai jadi”. Keberhasilan sipenerima ijazah tergantung niat ikhlas dan ketekunan berlatih atau ketekunan melaksanakannya. Semua keilmuan di ijazahkan oleh penghusada apabila “tidak jadi” setelah ditekuni atau dilaksanakan maka semua berpulang pada “Sang Maha Pencipta”…manusia tidak ada yang mampu memastikan. Jadi…dalam ijazah penghusada tidak ada jaminan ilmu yang di ijazahkan berhasil setelah dilaksanakan atau dikerjakan. Karena itu “berhasil atau tidak berhasil” tergantung “Serasi atau kecocokan serta rezeki” masing-masing penerima ijazah setelah dijalani dan dilaksakan. Kebanyakan ilmu proses pemberian ijazah boleh dengan tulisan (tertulis), tetapi ada juga suatu keilmuan proses penghusada (pemberian jazah) hanya melalui lisan yang harus cepat daya tangkap dan ingatan sipenerima ilmu karena menyampaikannyapun tidak boleh berulang ulang hingga jumlah tertentu. Dan biasanya jenis keilmuan ini sipenerima ijazah harus cepat tangkap ingatan. Umumnya ilmu seperti itu terjadi disebabkan si pemberi ijazah ilmu melakukan pembuangan ilmu, sehingga setelah ilmu tersebut diterima oleh si penerima ijazah maka ilmu

yang dimiliki si pemberi ijazah akan seketika hilang. Ada juga prosesi seperti itu memang persyaratan utama yang mutlak tidak boleh diganggu gugat.

“KE ILMUAN DI WEBSITE KIBAYUEJATI MERUPAKAN HASIL PENCARIAN DAN PERJALANAN YANG PANJANG. YANG DI GALI DARI BEBERAPA GURU SPIRITUAL DAN JUGA DKUTIP DARI BEBERAPA KITAB PRIMBON, MUJAROBAT, KUMPULAN DO’A MUSTAJAB, KITAB PENINGGALAN LELUHUR TURUN TEMURUN.” UNTUK MENYEMPURNAKANNYA MAKA SEMUA ITU DIKAJI ULANG DENGAN GURU SPIRITUAL DAN BEBERAPA TEMAN SEPROFESI YANG SEHARI-HARINYA BERGELUT DALAM DUNIA SPIRITUAL. DISAMPING ITU TENTUNYA UNTUK MENAMBAH PERBENDAHARAAN KATA DEMI KATA DALAM SEBUAH KALIMAT DEMI KALIMAT DALAM ARTIKEL DI AMBIL DARI PENGALAMAN PRIBADI, PENGALAMAN ORANG LAIN, REFRENSI KITABKITAB DAN BROWSING INTERNET. TENTUNYA DISANA SINI MASIH BANYAK KEKURANGAN, KEPADA SELURUH TUAN-TUAN GURU, CERDIK PANDAI, HANDAI TOLAN MOHON MAAF ATAS SEGALA KEHILAPAN, YANG BENAR DARI ALLAH DAN YANG SALAH DARI SAYA SENDIRI. BUKAN MAKSUD MENGAJAR LIMAU BERDURI, TETAPI SEKEDAR MENYAMPAIKAN ASPIRASI. KEPADA SELURUH SAUDARAKU YANG BERKUNJUNG BOLEH BERKOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN MOHON MAAF APABILA ADA KOMENTAR YANG TIDAK DI TERBITKAN, MUNGKIN KARENA ADA SESUATU HAL. KHUSUSNYA BAGI YANG INGIN MEMAKAI JASA KIBAYUSEJATI BOLEH BERKUNJUNG KE EMAIL ATAU TINGGALKAN PESAN DIKOTAK PESAN YANG ADA DIARTIKEL. SETIAP HARI ADMIN BANYAK MENERIMA SMS MELALUI “HP” JUGA EMAIL MELALUI SURAT ELEKTRONIK MAKA MOHON DIMAKLUMI APABILA ADA KOMEN ATAU PERMINTAAN YANG MASUK BELUM DIBALAS ATAU BELUM DILAYANI. KAMI BERUSAHA SETIAP HARINYA MERUBAH MEKANISME AGAR DAPAT MEMUASKAN SAUDARA.

MAHAR ILMU IJAB KABUL

CARA-CARA UNTUK MENDAPATKAN IJAZAH
Ilmu-Ilmu yang terdapat dilaman Web ini kesemuanya diperturunkan secara turuntemurun dengan berbagai syarat dan pantang larang yang perlu diikuti. Penggunaan barang-barang tertentu dan syarat-syarat perlu dipatuhi untuk memastikan kekuatan mentera-mentera tidak kekurangan sedikitpun dari segi keampuhannya. Penggunaan sesuatu Ilmu tanpa penurunan Ilmu secara betul boleh memudaratkan pengguna dan mendatangkan kesan. Ilmu yang tidak diperturunkan diumpamakan layang-layang putus tali dimana tidak mempunyai hala-tuju dan ilmu tersebut mungkin memakan diri sendiri. Terdapat juga ilmu-ilmu hitam menggunakan kuasa jin dan anda tidak digalakkan untuk mengunakannya. Anda boleh mempelajarinya untuk menambahkan Ilmu pengetahuan. Terpulang pada diri anda untuk mempelajarinya. Sebagai syarat penurunan ilmu yang terdapat dilaman Web ini maka hendaklah Ilmu itu diijazahkan secara ikhlas dengan menurut syarat-syaratnya.

RAHASIA MERAGA SUKMA Ditulis oleh mystys di/pada Maret 18, 2008 Oleh: Kumara Qulmi Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…? Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan

yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata. Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33). Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan. Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya. Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun. Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas. Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi. Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong

tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lainlain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh. Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali. Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun. Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu. Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya: 1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit. 2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas: – Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua. – Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua. – Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua. – Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya. – Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya. – Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya. 3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi. 4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan. Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma

hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda. Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu. Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9). Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap. Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.
QUOTE

Lendl View Public Profile Find More Posts by Lendl KaskusAd – Create an KasAD / Buat Iklan KasAD #2 MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI Ditulis oleh mystys di/pada Mei 13, 2008 OLEH : R. BAMBANG SUKMARAGA Jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempol semata….

21-05-2008, 10:37 PM Lendl kaskuser

UserID: 249081 Join Date: Feb 2007

Location: Menantikan seorang kekasih Posts: 403

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril as. Kitab ini terdiri dari 30 juz, 114 surah, yang isi kandungannya menyelimuti seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Ada masalah Tauhid, hukum, ilmu pengetahuan, juga kisah para anbiya dan mursalin atau kisah orang-orang shaleh yang begitu gigih dan berani berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah SWT. Salah satunya adala kisah para pemuda beriman kepada Allah pengikut Nabi Isa as, di masa pemerintahan raja Dikyanus (Dicius). Merekalah yang disebut sebagai Ashabul Kahfi. Kisah tentang mereka terdapat dalam Surah Al-Kahfi. Selain kisah para Ashbul Kahfi, di dalam surah ini juga diceritakan tentang Nabi Musa as yang disertai salah seorang muridnya mencari Nabi Khidir as dipertemuan dua arus laut untuk belajar ilmu gaib, namun sayang Nabi Musa tidak sabar sehingga tidak bisa menimba ilmu tersebut.Menurut para ahli ilmu hikmah, jika seseorang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at satu kali, maka akan diampuni oleh Allah dosanya selama satu minggu sebelumnya, dan satu minggu sesudahnya. Sedangkan ahli hikmah lainnya mengatakan, jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempil semata. Penulis adalah seorang saksi yang telah membuktikan kebenarannya. Kejadian ini saya alami sekitar tahun 86-an silam. Ketika itu, saya masih kuliah di salah satu perguruan Agama Islam di Banjarmasin. Sebagai mahasiswa, saya amat suka membeli dan membaca buku, baik yang berhubungan dengan mata kuliah, maupun buku-buku yang tidak ada

hubungannya sama sekali dengan perkuliahan. Misalnya, buku telepati atau buku-buku ilmu hikmah. Salah satu kitab ilmu hikmah yang penulis baca dan amalkan adalah Kitab Mujarabat. Saya pernah mengamalkan membaca surah Al-Ikhlas disertai puasa mutih agar bisa bertemu dengan khodamnya yang bernama Syekh Abdul Wahid, namun saya tidak berhasil untuk bertemu dengan khodam tersebut. Kemudian saya coba mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi sebanyak 160 kali. Apa yang terjadi? Menurut petunjuk kitab Mujarabat tersebut, jika Anda ingin bertemu dengan ruh diri Anda sendiri, atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir surat Al-Kahfi sebanyak 160x. Diceritakan bahwa amalan ini pernah diamalkan oleh seseorang di dalam penjara di zaman Belanda. Pada waktu tengah malam, orang tersebut didatangi oleh ruh dirinya sendiri yang mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan dibebaskan dari penjara. Tidak lama kemudian, orang tersebut benar-benar dibebaskan dari penjara. Cerita tersebut, sangat menarik minat saya untuk mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi. Waktu itu, kebetulan saya tinggal sendiri dikos-kosan. Dengan demikian saya bisa membuat persiapan yang dibutuhkan dengan matang. Seperti menyediakan hio cap buah Tao, serta puasa hari kamis. Malam Jum’atnya, barulah saya membaca amalan tersebut di atas susuai dengan petunjuk yang ada dalam Mujarobat. Ternyata, butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan amalan tersebut. Namun, Alhamdulillah, penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik. Setelah itu, saya membakar hio kemudian berbaring di atas dipan. Posisi tubuh telentang dengan kedua tangan disedekapkan di dada seperti orang shalat sambil berdzikir. Sebenarnya, tuntunan dzikir seperti ini

tidak ada didalam kitab tersebut. Hal ini saya lakukan atas inisiatif sendiri. Ketika berdzikir “Khafi Allah…Allah,” penulis merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa sampai suatu ketika, saya dikejutkan oleh kehadiran anak-anak kecil berusia lima tahunan. Mereka melempari tubuh penulis dengan bola-bola tenis. Penulis jadi terusik dengan kehadiran mereka. Kemudian saya bangun untuk mengusir mereka. Namun apa yang terjadi? Ketika saya bangkit, ternyata penulis dapat meninggalkan tubuh sendiri yang telentang di atas dipan. Anehnya, hal yang musykil ini tidak sempat saya pikirkan. Penulis malah langsung mengusir anak-anak tersebut hingga akhirnya mereka menghilang. Setelah itu, saya terjalan kembali lagi ke tubuh semula yang masih terbaring di atas dipan. Setelah sadar dengan pengalaman tersebut, saya bertambah yakin dengan kebenaran petunjuk di dalam kitab. Karena itulah, pengalaman pertama melihat ruh diri sendiri di malam Jum’at tersebut, membuat penulis ingin mengulanginya kembali. Sama seperti malam Jum’at sebelumnya, kali ini pun saya melakukan prosesi yang serupa. Hingga sampailah ketika saya sedang asyik dengan dzikiran, tiba-tiba saya dikagetkan dengan kemunculan orangorang tinggi besar. Ya, tinggi badan orang-orang itu dari lantai sampai flafon. Tubuhnya yang tinggi besar ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam pekat. Tubuh mereka juga hanya dibungkus dengan cawat putih, dengan mata sebesar bola pingpong berwarna merah. Mereka melempari penulis dengan oborobor yang menyala. Dalam hati penulis berpikir, “Pasti mereka adalah orang tua dari anak-anak yang malam Jum’at sebelumnya menggangguku. Tentu orang tua mereka menuntut balas padaku!” Tanpa rasa takut walau sedikitpun, penulis bangkit dari tidur. Aneh, sama seperti

kejadian sebelumnya, tubuh penulis ketinggalan di atas dipan. Namun saya tidak menghiraukan hal tersebut. Dengan gigih saya membalas serangan mereka dengan menangkap lemparan obor-obor mereka. Setelah berhasil saya tangkap, kemudian penulis lempar lagi ke arah mereka. Namun mereka begitu tangguh. Buktinya, mereka selalu bisa menghindari lemparan penulis. Hingga, pada lemparan terakhir, penulis membaca ayat Qursyi. Kemudian melempar obor api itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, terdengar lengkingan panjang. Merekapun menghilang. Begitulah yang penulis alami. Subhanallah! Setelah mengalami dua kali kejadian tersebut, maka pada malam Jum’at berikutnya, penulis mengulang lagi amalan tersebut diatas. Namun kejadian kali ini sungguh luar biasa bagi penulis yang waktu itu belum pernah berguru pada seseorang, sehingga tidak mengerti kejadian apa yang sedang penulis alami. Pada malam kejadian tersebut, saya merasakan tubuh saya dapat naik dan berputar-putar seperti spirial. Pertama menembus atap rumah. Saya tentu kaget bukan kepalang. Terlebih saat menengok ke bawah, maka saya dapat melihat tubuh sendiri yang masih telentang dengan posisi tangan bersedekap seperti orang shalat. Tubuh penulis terus naik dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi di saat yang sama ada kenikmatan luar biasa yang belum pernah penulis rasakan seumur hidup. Dalam kenikmatan tersebut, penulis sempat melewati bintang-bintang dengan aneka warna yang sangat indah. Setelah itu, barulah penulis ingat akan tubuhku yang masih tertinggal di bumi, tepatnya di atas dipan. Lalu membatin, “Pastilah saya sedang dalam perjalanan menuju ke alam kematian. Alangkah enaknya jika saya mati seperti ini. Karena menurut cerita, kalau orang mau mati, sakitnya luar biasa sewaktu ruhnya

mau keluar dari raga. Tetapi yang saya rasakan adalah sebaliknya, kenikmatan yang luar biasa.” Dalam perjalanan melewati bintang-bintang kali ini, penulis teringat kedua orangtua. Mereka mengharapkan saya bisa menjadi sarjana. Tidak sebagaimana saudarasaudara penulis yang kuliahnya berhenti di tengah jalan. “Lantas, kalau aku mati, pupuslah harapan mereka!” Batin penulis. Karena itulah dalam seketika muncul keinginan tidak mau mati saat itu. Ya, penulis ingin kembali ke dunia! Seketika, saya terhempas ke bumi. Tubuh ini sampai terlonjak. Saya pun lalu menangis tanpa tahu sebabnya. Untuk meredam tangis agar tidak didengar oleh para tetangga, maka saya pun menutup mulut dengan bantal. Sejak kejadian tersebut, saya tidak berani lagi mengamalkan 4 ayat terakhir surah AlKahfi tersebut. Mengapa? Sebab saya sangat takut tidak bisa kembali lagi dan mati, untuk kemudian dikubur. Padahal bisa jadi, saat itu saya belum semestinya mati. Beberapa tahun kemudian, saya sempat bertemu dengan seorang yang ahli dalam ilmu Hikmah. Ternyata, menurut H. Hasyim, salah seorang berderajat Waliyullah yang kebetulan bertemu dengan penulis di kampung Karang Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian yang saya alami itu bukan menuju alam kematian, tetapi menuju suatu tempat dimana di tempat tersebut penulis akan diajarkan ilmu laduni. Sedangkan guru spiritual penulis mengatakan, bahwa orang yang mengamalkan 4 ayat terkahir surah AlKahfi, ruhnya akan menjadi ringan. Tapi orang yang mengamalkan 4 ayat itu, sebelumnya harus mempunyai pagaran badan yang kuat agar tidak diganggu makhluk gaib sewaktu ruh atau sukmanya meninggalkan badan.

Oleh guru spiritual ini, saya diminta untuk tidak melakukan meraga sukma untuk beberapa waktu. Penulis diberi amalan untuk membuat pagaran badan agar kalau sedang meraga sukma tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Amalan untu pagaran badan ini berupa puasa selama 7 hari, serta wirid selama 7 malam berturut-turut. Ahamdulillah, setelah selesai menjalani ritual pagaran badan, penulis diajak meraga sukma oleh guru. Setelah itu penulis dengan mudah melakukan meraga sukma berkat mengamalkan 4 ayat terakhir surah AlKahfi. Demikian pengalaman sejati yang telah saya lakoni sendiri. Semoga ada hikmahnya. Pesan saya, jangan sekali-kali mendalami ilmu gaib tanpa bimbingan seorang guru, sebab bisa fatal akibatnya.

No Responses

Leave a Reply