Geunteut, Hantu yang Memangsa Anak Kecil di Aceh

Geunteut, Hantu yang Memangsa Anak Kecil di Aceh

“Bek tubit watéé maghréb, enteuk di cok lhéé geunteut!”.

Kata-kata tersebut berasal dari bahasa Aceh yang berarti:”Jangan keluar saat maghrib, nanti diambil (diculik) oleh geuntuet.”

Kalimat itu tak asing bagi anak-anak di Aceh yang kerap mereka dengar dari orangtuanya sebagai peringatan untuk tidak keluyuran malam.

Sangat ampuh, anak-anak memang takut untuk keluar malam. Karena Geunteut adalah sosok Hantu yang berperawakan menyeramkan dan suka mengincar anak-anak kecil.

Sebetulnya seperti apa tampilan Geunteut tersebut?

Menurut kepercayaan masyarakat Aceh Geunteut itu memiliki tubuh yang tinggi besar. Sepasang kakinya yang panjang menjulang hingga ke pohon kelapa.Rambutnya keriting lebat dengan kulit hitam berbulu lebat,

Geunteut sendiri bermakna panyang atau panjang.

Geunteut muncul di malam hari. Mereka bersemayam di tempat-tempat yang sepi, pepohonan, hutan atau kebun, Ia sering membawa semacam periuk nasi (kanot). Menurut kisah setempat, priuk nasi itu berisi nasi yang tidak akan pernah habis dimakan oleh siapapun.

Jika anak kecil melihat Geunteut, maka mereka akan berlari ketakutan. Tapi Geunteut dikenal sebagai mahluk gaib yang memiliki kemampuan lari yang sangat cepat. Dapat dipastikan, anak kecil tidak akan lolos dari sergapannya.

Anak kecil itu akan dibawa Geunteut ke pohon besar atau rimbuna pohon bambu. Tapi anehnya si anak merasa sedang berada di sebuah tempat yang asing dan membuat korbannya merasa betah.

Si anak yang disekap Geunteut itu akan berada di tempat dalam jangka waktu tertentu. Bahkan bisa selamanya. Tapi keluarga yang berusaha akan bisa mengeluarkannya dari dunia gaib Geunteut dengan bantuan orang pintar.

Sebagian anak kecil yang bernasib malang akan dimangsa hidup hidup oleh Geunteut. Sebagian lagi tidak apa-apain.

Tak heran bila si anak kemudian seperti orang linglung dan bingung mengenali tempat yang berada.

Legenda Geunteut ini kini berangsung-angsur  mulai hilang seiring berkembangan jaman. Tapi bagi sebagian orang-orang tua, mereka masih meyakininya hingga saat ini. Bagi orang dewasa, Geunteut hanya menampakkan diri saja di tengah malam.

No Responses

Leave a Reply